Makkah – Pengawas Haji DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, Apt Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., mengunjungi jemaah haji asal Provinsi Bengkulu di Tower Al Hidayah, Asia Afrika, Tower 9A, Kota Makkah, Arab Saudi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kenyamanan para jemaah menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.
Senator Destita Khairilisani, yang juga anggota Komite III DPD RI menyapa langsung para jemaah, berdialog, serta mendengarkan kondisi kesehatan mereka selama berada di Tanah Suci. Dalam kunjungan itu, Destita menyebut secara umum kondisi jemaah haji Bengkulu dalam keadaan sehat meski ada beberapa yang mengalami batuk dan flu akibat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, siang ini saya ke Tower Hidayah, menyapa dan memastikan kondisi jemaah. Memang ada yang sakit karena cuaca seperti batuk dan flu, tapi secara umum jemaah dalam kondisi sehat dan senang,” kata Destita didampingi Petugas dan Pendamping Haji, Jumat (22/5/2026).
Putri Kembang Mumpo tersebut mengatakan dirinya turut bahagia bisa bertemu langsung dengan jemaah asal Bengkulu di Tanah Suci. Menurutnya, momen kebersamaan itu menjadi penyemangat bagi para jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Bahagia bisa bertemu, bersapa, bercengkrama dan foto bersama jemaah. Semoga semuanya menjadi kebaikan, sehat-sehat terus para jemaah dan hajinya mabrur,” ujar Destita.
Apoteker lulusan Universitas Indonesia itu juga mengingatkan jemaah agar disiplin menjaga kondisi tubuh di tengah suhu panas Makkah. Ia meminta para jemaah memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan alat pelindung diri saat berada di luar hotel, serta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.
Sementara itu, Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu mulai melakukan pemetaan dan penentuan jamaah calon haji yang akan mengikuti skema Murur maupun diusulkan untuk Safari Wukuf sebagai bagian mitigasi risiko kesehatan menjelang puncak ibadah Armuzna.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kegawatdaruratan pada jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“TKHK bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah melakukan pemetaan dan penentuan yang diusulkan untuk fase Armuzna untuk pencegahan kegawatdaruratan,” kata Kurniawan.
Berdasarkan data hingga Jumat (22/5/2026), seluruh jamaah calon haji Kloter PDG 02, PDG 03, PDG 04, dan PDG 05 asal Bengkulu telah tiba di Makkah dan menempati Kompleks Hotel Al Hidayah. Seluruh jamaah juga telah menyelesaikan ibadah umrah wajib.
Menjelang pelaksanaan Armuzna yang dijadwalkan dimulai 25 Mei 2026, petugas kesehatan terus memberikan edukasi kepada jamaah untuk mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem. Edukasi tersebut meliputi anjuran mengonsumsi oralit setiap hari, minum air putih 200 cc setiap jam, serta menggunakan alat pelindung diri saat berada di luar hotel.
Data pelayanan kesehatan mencatat sebanyak 697 layanan kesehatan diberikan kepada jamaah pada Jumat dengan akumulasi 2.951 layanan sejak awal penyelenggaraan haji. Selain itu, visitasi terhadap jamaah prioritas risiko tinggi mencapai 164 orang dengan total akumulasi 3.553 kunjungan.
Diagnosis terbanyak yang ditangani petugas kesehatan meliputi ISPA, hipertensi, febris, diabetes melitus, dispepsia, myalgia, dan faringitis. Hingga saat ini terdapat tiga jamaah asal Bengkulu yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi dari total 23 rujukan sejak awal penyelenggaraan ibadah haji.
Secara keseluruhan, jumlah jamaah calon haji Bengkulu yang berada di Arab Saudi mencapai 1.344 orang. Sebanyak 1.343 jamaah berada di Makkah, sementara satu jamaah tercatat meninggal dunia pada 29 April 2026 di Madinah. Pelayanan kesehatan oleh TKHK Bengkulu tetap berlangsung selama 24 jam guna mendukung kelancaran ibadah seluruh jamaah.







