Senin, Mei 4, 2026
Beranda Destita Khairilisani Senator Destita Dorong Pengembangan Museum Bengkulu Jadi Pusat Budaya Modern

Senator Destita Dorong Pengembangan Museum Bengkulu Jadi Pusat Budaya Modern

0
5

Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., mendorong penguatan Museum Negeri Bengkulu melalui revitalisasi fasilitas, peningkatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan program bantuan pemerintah pusat saat melakukan kunjungan kerja ke Museum Negeri Bengkulu.

Kunjungan Anggota Komite III pada Senin 4 Mei 2026 itu disambut Kepala Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu, Mardian Sonpri, S.Sos., dan jajaran serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu.

Dalam kunjungan tersebut, Destita menerima berbagai aspirasi dari pengelola museum, mulai dari kebutuhan sertifikasi tenaga profesional seperti kurator, penguatan kapasitas SDM, hingga pemanfaatan teknologi modern seperti video pelatihan berbasis AI untuk mendukung edukasi kebudayaan. Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi program revitalisasi museum, taman budaya, dan Dana Indonesiana agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, kelompok, maupun lembaga budaya di Bengkulu.

Destita menegaskan Museum Negeri Bengkulu sebagai satu-satunya museum provinsi harus didorong agar menjadi lebih modern, representatif, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan agar museum ini dapat berkembang sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan edukasi masyarakat Bengkulu.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Warga Kuala Langi, Destita Khairilisani Dorong Perbaikan Infrastruktur dan Ekonomi Desa

“Kunjungan kerja ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Museum Negeri Bengkulu sebagai pusat pelestarian budaya daerah sekaligus destinasi edukasi yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Destita.

Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu, Mardian Sonpri, S.Sos., menjelaskan museum saat ini memamerkan sekitar 500 koleksi, sementara lebih dari 6.000 koleksi lainnya masih tersimpan di ruang perawatan. Koleksi tersebut mencakup berbagai benda bersejarah dan budaya khas Bengkulu, seperti kain besurek, naskah kuno, barong landung, hingga mesin pencetak uang peninggalan sejarah Bengkulu.

Mardian menyebut keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pengembangan museum, baik melalui hibah, titipan, maupun dukungan pelestarian benda budaya yang dinilai memiliki nilai historis. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama, terutama dalam penambahan koleksi baru dan pengembangan fasilitas museum.

Sementara itu, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu menyampaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan tengah menjalankan program revitalisasi museum dan taman budaya. Selain itu, masyarakat dan lembaga budaya juga dapat mengakses Dana Indonesiana untuk mendukung kegiatan kebudayaan, dengan pendampingan langsung dari Balai Kebudayaan sebagai fasilitator.

Baca Juga:  Senator Destita Tinjau Koperasi Pagar Dewa, Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Masyarakat

[wpforms id="149" title="true" description="true"]