
Madinah – Anggota Tim Pengawas Haji DPD RI/MPR RI, Apt. Destita Khairilisani mengapresiasi berbagai terobosan pelayanan yang dilakukan pemerintah dan PPIH Arab Saudi di Madinah. Menurutnya, pelayanan haji tahun ini terlihat lebih tertata, modern, dan semakin memperhatikan kebutuhan jemaah lansia maupun kelompok risiko tinggi.
Apresiasi tersebut disampaikan Destita saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Operasional Haji Daerah Kerja Madinah, Arab Saudi, Minggu (24/5/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan seluruh layanan terhadap jemaah haji Indonesia berjalan optimal selama musim haji 1447 H/2026 M.
Anggota Komite III itu juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah atas kerja keras dan inovasi dalam penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M. Ia menilai meskipun kementerian tersebut baru terbentuk, namun sudah mampu menghadirkan layanan yang cepat, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan jemaah.
“Digitalisasi layanan konsumsi, penguatan layanan kesehatan, peningkatan akomodasi hingga transportasi yang lebih tertata menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. Inovasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh jemaah Indonesia,” ujar Destita.
Ia menegaskan Tim Pengawas Haji DPD RI/MPR RI akan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan terbaik. Destita berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air.
Rombongan Timwas Haji DPD RI/MPR RI disambut langsung Kepala Daerah Kerja Madinah, Dr. Khalilurrahman. Dalam paparannya, Khalilurrahman menyampaikan operasional layanan di Daker Madinah berjalan lancar melalui koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.
Ia menjelaskan jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Daker Madinah mencapai 563 orang dengan dukungan 248 tenaga pendukung. Seluruh petugas disiagakan untuk memastikan pelayanan terhadap jemaah berjalan maksimal.
Menurut Khalilurrahman, layanan terhadap jemaah lansia dan disabilitas menjadi fokus utama pada penyelenggaraan haji tahun ini. Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan harian di kamar jemaah, memantau konsumsi obat rutin bagi penderita komorbid, hingga memberikan edukasi menjaga stamina di tengah cuaca panas Arab Saudi.
Petugas juga memberikan pendampingan khusus menjelang keberangkatan jemaah dari Madinah menuju Makkah. Mulai dari skrining ulang jemaah risiko tinggi, membantu lansia non-mandiri sebelum berihram, hingga mendampingi perpindahan jemaah dan barang bawaan menuju bus keberangkatan.
Selain itu, Daker Madinah menyiapkan layanan penanganan jemaah yang terpisah dari rombongan. Petugas membantu jemaah yang tersesat atau kehilangan arah menuju hotel, melakukan pelacakan ID card yang tercecer, serta berkoordinasi dengan ketua kloter agar jemaah kembali aman.
Data Daker Madinah mencatat sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Madinah Al-Munawwarah. Total jemaah reguler yang diberangkatkan mencapai 103.732 orang.

Dari sisi kesehatan, tercatat 19.221 jemaah menjalani rawat jalan dan 330 kasus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga saat ini jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 15 orang.
Penyakit yang paling banyak dialami jemaah yakni ISPA sebanyak 3.476 kasus, hipertensi primer 3.095 kasus, dan myalgia 1.314 kasus. Kondisi tersebut menjadi perhatian Timwas Haji agar layanan kesehatan terus diperkuat selama operasional haji berlangsung.
Untuk layanan akomodasi, sebanyak 104.796 jemaah dan petugas ditempatkan di 94 hotel di kawasan Markaziyah Madinah. Seluruh hotel berada di sekitar Ring Road dengan jarak terjauh sekitar 700 meter dari Masjid Nabawi.
Tahun ini sejumlah hotel bintang lima digunakan untuk jamaah haji reguler Indonesia di Madinah. Di antaranya Hilton Madinah, Dallah Taibah, Dar Al Eiman Intercontinental, Millennium Al Aqeeq, Maysan Al Harithia, Sofitel Shahd Al Madinah, Milenium Taibah, dan InterContinental Dar Al Hijra.
Sementara pada layanan konsumsi, sebanyak 2.625.371 box makanan telah disiapkan bagi jemaah Indonesia di Makkah dan Madinah. Distribusi konsumsi melibatkan 23 penyedia dengan sistem digital real-time yang terintegrasi melalui E-Hajj atau Masar Elektronik milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Khalilurrahman menambahkan layanan transportasi juga terus diperkuat selama musim haji tahun ini. Mulai dari kesiapan armada bus, pengaturan parkir, layanan prioritas bagi lansia dan pengguna kursi roda, hingga sistem keberangkatan berbasis rombongan dalam satu kloter untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.






