Rabu, Mei 20, 2026
Beranda Bengkulu Bengkulu Tengah BPOM Bengkulu Perkuat Pengawasan Pangan di Enam Sekolah Bengkulu Tengah

BPOM Bengkulu Perkuat Pengawasan Pangan di Enam Sekolah Bengkulu Tengah

0
13
BPOM Bengkulu memberikan bimbingan teknis kader Keamanan Pangan Sekolah kepada guru dari enam sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (20/5/2026), guna memperkuat pengawasan jajanan dan pangan aman di lingkungan sekolah.

Bengkulu Tengah – Enam sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi fokus penguatan program pengawasan pangan sekolah yang dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu melalui bimbingan teknis kader Keamanan Pangan Sekolah, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pengawasan jajanan anak sekolah agar aman dan sehat dikonsumsi siswa.

Sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut yakni SD Negeri 27 Benteng, SD Negeri 02 Benteng, SD Negeri 68 Benteng, SD Negeri 40 Benteng, SD Negeri 80 Benteng, dan SMP Negeri 11 Benteng. Para guru diberikan pembekalan terkait keamanan pangan, pembentukan tim keamanan pangan sekolah, hingga tugas kader dalam melakukan pengawasan pangan di lingkungan sekolah.

Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BPOM Bengkulu, Alex Junico Ginting, mengatakan program keamanan pangan sekolah merupakan bagian dari program nasional yang akan terus berjalan hingga 2029. Menurutnya, pengawasan pangan di sekolah penting dilakukan untuk mendukung terciptanya generasi emas melalui konsumsi pangan yang aman dan sehat.

Baca Juga:  Bupati Bengkulu Tengah Launching Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Pondok Kelapa

“Keamanan pangan di sekolah masuk dalam program keamanan pangan nasional. Karena itu program ini sangat penting sebagai upaya mendukung terciptanya generasi emas,” ujar Alex saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, pengawasan keamanan pangan di sekolah perlu diperkuat karena masih banyak sekolah yang menyediakan kantin serta pangan olahan bagi siswa. Karena itu, sekolah dinilai perlu memiliki kebijakan dan tim khusus yang memahami pengawasan pangan aman agar siswa terlindungi dari risiko pangan berbahaya.

Alex menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen kepala sekolah dan dukungan guru sebagai kader keamanan pangan. “Dengan adanya kader keamanan pangan sekolah diharapkan sekolah mampu mandiri dalam melindungi diri dari pangan yang berisiko dan mendukung program keamanan pangan nasional,” katanya.

Salah seorang peserta, guru SD Negeri 40 Benteng, Puspa Nesentia, mengaku senang mengikuti bimbingan teknis tersebut karena menambah wawasan tentang pengawasan pangan di sekolah. Ia mengatakan sekolah selama ini telah mengawasi jajanan kantin, mengarahkan siswa membawa wadah minum sendiri untuk mengurangi plastik sekali pakai, serta memastikan makanan yang dijual aman dari cemaran fisik maupun kimia.

Baca Juga:  BPOM Awasi Pangan Takjil dan Olahan di Bengkulu Tengah, Hasilnya Aman

“Sekarang anak-anak kami suruh membawa tempat sendiri supaya tidak tercemar plastik dan sekolah tetap bersih. Jajanan kantin juga terus kami awasi,” tutur Puspa.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]