Kamis, Agustus 20, 2026
Beranda Bisnis Cegah Stunting, Pegadaian Syariah dan POGI Bengkulu Skrining Puluhan Ibu Hamil

Cegah Stunting, Pegadaian Syariah dan POGI Bengkulu Skrining Puluhan Ibu Hamil

0
13

Bengkulu – Upaya menekan kasus stunting di Provinsi Bengkulu diperkuat melalui kolaborasi PT Pegadaian dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Bengkulu. Melalui program Merdeka Stunting 2026, pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak masa kehamilan untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan gangguan tumbuh kembang anak.

Sebanyak sekitar 30 ibu hamil yang merupakan nasabah Pegadaian mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 19 Agustus 2026 tersebut. Selain menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis, peserta juga memperoleh vitamin serta edukasi terkait kesehatan kehamilan dan langkah pencegahan stunting.

Kepala Pegadaian Syariah Bengkulu Heriyadi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Program serupa, kata dia, akan dikembangkan melalui kantor-kantor cabang Pegadaian di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Menurut Heriyadi, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak ibu mengandung. Periode kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi masa penting yang perlu mendapat perhatian dari sisi kesehatan dan pemenuhan gizi.

Baca Juga:  Bencoolen Mall Hadirkan Wahana Salju Pertama di Bengkulu “Magical Snow Castle”

Berdasarkan data 2024, prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu tercatat sekitar 18,8 persen. Angka tersebut masih sedikit di bawah prevalensi nasional sebesar 19,6 persen, sedangkan pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional dapat ditekan hingga 14 persen pada 2029.

Ketua POGI Bengkulu dr. Taufik Hidayat menjelaskan pemeriksaan USG dalam kegiatan tersebut ditujukan untuk melakukan skrining awal terhadap kondisi kehamilan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan terjadinya gangguan pertumbuhan janin yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Ini merupakan langkah awal untuk skrining. Jika ditemukan pertumbuhan janin terhambat, akan dilakukan intervensi,” ujar Taufik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Sri Nuryanti menambahkan, keberhasilan pencegahan stunting juga sangat dipengaruhi kondisi kesehatan ibu selama kehamilan. Karena itu, ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, mengonsumsi tablet tambah darah, serta mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]