Kamis, Juli 30, 2026
Beranda Destita Khairilisani Senator Destita Apresiasi BPK Bengkulu Hadirkan Pelestarian Budaya yang Inklusif

Senator Destita Apresiasi BPK Bengkulu Hadirkan Pelestarian Budaya yang Inklusif

0
18

Bengkulu – Senator DPD RI/MPR RI Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mengapresiasi pelaksanaan Program Internalisasi Objek Pemajuan Kebudayaan untuk Kelompok Tertentu yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BP-Kebudayaan) Provinsi Bengkulu di Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Bengkulu, Rabu 29 Juli 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Kegiatan itu dihadiri Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, GM Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Trisna Wijaya, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah terkait. Adapun peserta terlibat yakni Yayasan Amal Mulia, Sekolah Luar Biasa Mutiara Bunda, dan YPAC Bengkulu.

Destita mengaku terkesan melihat semangat para peserta dalam membuat miniatur Tabut, ikek palak (ikat kepala), dan Barong Landong sebagai bagian dari warisan budaya Bengkulu.

“Ini menjadi bukti bahwa budaya bersifat inklusif. Budaya tidak memandang kondisi fisik maupun latar belakang, karena semua memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan bangga terhadap budaya Bengkulu,” ujarnya.

Atas nama Komite III DPD RI, Destita menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Bengkulu yang telah membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenal budaya daerah. Ia berharap sekolah, ruang publik, dan berbagai kegiatan kebudayaan ke depan semakin ramah dan terbuka bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

Baca Juga:  Senator Destita Ajak Masyarakat Dukung UMKM dengan Belanja di Pasar Ramadan

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengapresiasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Bengkulu yang melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam pelestarian budaya daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dedy mengatakan Pemerintah Kota Bengkulu akan terus mendukung dan berkolaborasi dalam program yang memberi ruang bagi anak-anak istimewa untuk mengenal budaya daerah. Pada kegiatan tersebut, para peserta diajarkan membuat ikek kepala, miniatur Tabot, dan Barong Landong sebagai bagian dari upaya mengenalkan warisan budaya Bengkulu sejak dini.

Ia menjelaskan ikek kepala merupakan hasil pengembangan dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Bengkulu yang terus dilestarikan. Menurutnya, budaya akan terus berkembang melalui proses akulturasi tanpa menghilangkan jati diri daerah.

Selain itu, Dedy juga mendorong agar para perajin budaya terus berinovasi dengan tetap menjaga kualitas produk sehingga semakin diminati masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BPK, budayawan, dan para perajin dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Baca Juga:  Senator Destita Apresiasi Embek Community Rejang Lebong Kembangkan Pupuk Kompos Ramah Lingkungan

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Iskandar Mulia Siregar, S.Si., M.A.P., mengatakan program tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

“Kami ingin memberikan akses yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak kita yang memiliki kemampuan berbeda. Kami memberi kesempatan kepada mereka untuk ikut melestarikan kebudayaan Bengkulu,” ujar Iskandar.

Ia menjelaskan, pada kegiatan kali ini peserta dibekali keterampilan membuat tiga objek budaya khas Bengkulu, yakni miniatur tabot, ikat kepala, dan barong Landong. Ketiga karya tersebut merupakan bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Bengkulu.

“Untuk saat ini memang baru tiga keterampilan yang kami berikan. Ke depan kegiatan ini akan terus berkembang dan merambah bentuk pelestarian budaya lainnya,” tuturnya.

Menurut Iskandar, program tersebut tidak hanya mengenalkan nilai budaya kepada peserta, tetapi juga mendorong mereka memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat dilakukan secara inklusif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  RDP Bersama Kementerian, Senator Destita Suarakan Koperasi Desa Masih Bingung Regulasi dan Tata Kelola

“Ini merupakan program Internalisasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Bengkulu. Selain mengenalkan bahwa itu adalah warisan budaya kita, kami juga merangsang peserta untuk berkegiatan dan memiliki keterampilan membuat warisan budaya yang dimiliki Bengkulu,” katanya.

Melalui program tersebut, BPK Provinsi Bengkulu berharap semakin banyak generasi muda, termasuk anak berkebutuhan khusus, yang mengenal, mencintai, dan turut menjaga kelestarian warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]