Kamis, Juli 2, 2026
Beranda Bisnis Penjualan Pertamax Merosot, Banyak Pertashop Hentikan Operasional

Penjualan Pertamax Merosot, Banyak Pertashop Hentikan Operasional

0
8

Bengkulu – Bisnis Pertashop di sejumlah daerah menghadapi tekanan setelah harga BBM nonsubsidi Pertamax mengalami kenaikan. Penurunan minat masyarakat membeli Pertamax membuat ratusan gerai dilaporkan tidak lagi mampu mempertahankan usahanya.

Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) menyebut penjualan Pertamax secara nasional menyusut hingga 60 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan dari penjualan BBM tersebut.

Ketua Umum DPP HPMPI, Steven, mengatakan dampak penyesuaian harga langsung terasa di lapangan dalam waktu singkat. Banyak pengusaha mengalami penurunan pendapatan yang signifikan sehingga keberlangsungan usaha mereka kini berada di ujung tanduk.

Penurunan penjualan terjadi hampir merata di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan jumlah konsumen Pertamax yang cukup tinggi. Volume penjualan harian yang sebelumnya stabil kini mengalami penyusutan drastis di banyak Pertashop.

Bengkulu menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling besar akibat melemahnya penjualan Pertamax. HPMPI mencatat omzet Pertashop di provinsi tersebut turun hingga sekitar 70 persen dan menyebabkan puluhan gerai tidak lagi beroperasi.

Baca Juga:  BSI Salurkan Zakat Rp100 Juta untuk Baznas Bengkulu pada Tabligh Akbar

Steven menilai perbedaan harga antara Pertamax dan Pertalite yang semakin lebar membuat masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi. Akibatnya, permintaan Pertamax terus menurun sementara antrean kendaraan di SPBU penyedia Pertalite semakin panjang.

Selain menghadapi penurunan jumlah pembeli, pengusaha Pertashop juga mengeluhkan keberadaan pengecer BBM ilegal yang masih beroperasi. Praktik tersebut dinilai menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan semakin mengurangi potensi penjualan.

Turunnya pendapatan membuat sebagian besar pelaku usaha kesulitan menutup biaya operasional maupun membayar tenaga kerja. Sejumlah Pertashop akhirnya memilih menghentikan kegiatan usaha untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Sebagai jalan keluar, HPMPI meminta pemerintah memberikan kebijakan yang dapat membantu keberlangsungan usaha Pertashop. Salah satu usulan yang diajukan adalah memberikan izin penjualan Pertalite atau melakukan penertiban terhadap penjual BBM subsidi tanpa izin resmi.

Di sisi lain, masyarakat juga merasakan dampak tidak langsung dari kenaikan harga Pertamax. Mahendra, warga Kota Bengkulu, menilai kenaikan harga BBM ikut memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok sehingga beban ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Permudah Peserta Miliki Hunian Sendiri

[wpforms id="149" title="true" description="true"]