Selasa, September 15, 2026
Beranda Kota Bengkulu Kemarau Berkepanjangan Picu Krisis Air, Pemkot Bengkulu Perintahkan PDAM dan BPBD Siaga

Kemarau Berkepanjangan Picu Krisis Air, Pemkot Bengkulu Perintahkan PDAM dan BPBD Siaga

0
6
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam rapat Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Grage Hotel Bengkulu, Senin (14/9/2026).

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu meminta Perumda Tirta Hidayah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiaga 24 jam menghadapi krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Instruksi tersebut disampaikan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam rapat Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Grage Hotel Bengkulu, Senin (14/9/2026).

Dedy mengatakan kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir telah menyebabkan sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan. Selain krisis air, pemerintah juga mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman serta dampak abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau.

“Ini merespons tentang kejadian terakhir. Yang pertama karhutla, yang kedua erupsi Anak Krakatau, yang ketiga kemarau ini belum menampakkan tanda-tanda akan hujan dan sudah beberapa lokasi yang kekeringan,” tegas Dedy.

Kecamatan Muara Bangkahulu menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup serius. Penurunan debit air sungai membuat layanan PDAM tidak optimal, sementara sejumlah sumur dangkal milik warga di kawasan perumahan mulai mengering.

Dedy meminta Perumda Tirta Hidayah melakukan distribusi air bersih secara berkala dan memastikan armada tangki selalu siap digunakan. Jika kebutuhan tidak mencukupi, BPBD diminta turun membantu distribusi air kepada warga yang terdampak.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Terjang Bengkulu, Pohon Tumbang di 14 Titik dan Atap Rumah Beterbangan

“PDAM saya minta untuk siaga, untuk standby. Bilamana memang kurang tangki, BPBD punya tangki untuk membantu menyuplai air. Jangan sampai masyarakat nanti sudah viral baru sampai,” ujarnya.

Selain persoalan air bersih, Pemkot Bengkulu memperkuat langkah pencegahan karhutla dan kebakaran permukiman selama musim kemarau. Dedy meminta camat dan lurah aktif mengingatkan warga agar tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.

“Kita semua waspada, jangan ada yang membakar lahan ataupun kalau bakar sampah tolong hati-hati. Jangan bosan-bosan Bapak/Ibu Lurah, Bapak Camat, tolong dipastikan betul warga kita ditingkatkan kewaspadaannya,” katanya.

Dedy juga meminta Dinas Kesehatan dan BPBD mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau dengan memastikan ketersediaan masker medis. Langkah tersebut diperlukan untuk melindungi masyarakat apabila abu vulkanik kembali terbawa angin hingga ke wilayah Bengkulu.

Dalam FGD yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Bengkulu tersebut, Pemkot juga menyepakati sejumlah langkah antisipasi lainnya. Dinas Pangan dan Dinas Perikanan diminta memantau ketersediaan bahan pokok serta hasil tangkapan nelayan, dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) disiapkan jika terjadi lonjakan harga.

Baca Juga:  Walikota Dedy Ajak Seluruh Pihak Bersatu Bangun Kota Bengkulu

Pemkot juga akan memperkuat koordinasi Babinsa, Bhabinkamtibmas dan petugas Prabawa di tingkat kelurahan untuk mendeteksi serta menangani kondisi darurat sejak dini. Camat diminta segera mengumpulkan lurah dan ketua RT untuk meneruskan arahan teknis penanggulangan bencana kepada masyarakat.

Dedy menegaskan seluruh langkah tersebut harus dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Menurutnya, kesiapsiagaan dan respons cepat lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan dasar, keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]