Bengkulu – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman, meski terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut disebut lebih berkaitan dengan jeda operasional saat proses pembongkaran BBM dari kapal ke tangki penyimpanan.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kelancaran distribusi BBM. Koordinasi juga dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi stok yang beredar di masyarakat sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Rico menjelaskan kapal pengangkut BBM telah tiba di Fuel Terminal BBM Pulau Baai pada pagi hari sesuai jadwal. Namun, selama proses pembongkaran berlangsung, penyaluran BBM ke kendaraan harus dilakukan secara bergantian sehingga distribusi ke sejumlah SPBU sempat mengalami pergeseran waktu.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan kekosongan stok BBM. Jeda terjadi karena proses bongkar dari kapal dan penyaluran ke SPBU tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
Rico menambahkan, kapal berikutnya juga diperkirakan kembali tiba dan membawa pasokan yang dapat menopang kebutuhan BBM hingga sekitar enam hari. Setelah pasokan masuk, stok di sejumlah SPBU umumnya kembali terisi dalam waktu dua hingga tiga hari.
ESDM Bengkulu pun mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai kelangkaan atau kekosongan BBM di SPBU. Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga akan terus memantau distribusi agar pasokan tetap berjalan dan potensi antrean panjang dapat diantisipasi.







