Selasa, Juli 21, 2026
Beranda Berita Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 22 Ton Kolang-Kaling ke Vietnam

Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 22 Ton Kolang-Kaling ke Vietnam

0
8

Bengkulu – Karantina Bengkulu kembali mengawal ekspor komoditas unggulan daerah dengan memastikan sebanyak 22 ton kolang-kaling asal Provinsi Bengkulu memenuhi seluruh persyaratan karantina dan kesehatan tumbuhan sebelum diberangkatkan ke Vietnam.

Kepala Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendampingi pelaku usaha dan eksportir dalam setiap tahapan ekspor, mulai dari pemenuhan persyaratan karantina hingga penerbitan sertifikat kesehatan tumbuhan.

“Karantina Bengkulu selalu siap mendampingi pelaku usaha dan eksportir dalam setiap tahapan ekspor, mulai dari pemenuhan persyaratan karantina hingga penerbitan sertifikat kesehatan. Dengan demikian, komoditas pertanian asal Bengkulu memiliki jaminan mutu dan keamanan sehingga dapat diterima dengan baik di negara tujuan ekspor,” kata Betty, Minggu.

Sebanyak 22.000 kilogram kolang-kaling tersebut diberangkatkan dari Bengkulu dan selanjutnya dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Vietnam sebagai negara tujuan ekspor.

Sebelum dikirim, komoditas tersebut telah menjalani serangkaian tindakan karantina. Hasil pemeriksaan menyatakan kolang-kaling dalam kondisi sehat, aman, serta memenuhi persyaratan untuk diterbitkan Phytosanitary Certificate sesuai ketentuan yang berlaku di negara tujuan.

Baca Juga:  Rembuk Tani Bengkulu, Zulhas Tegaskan Stop Impor dan Utamakan Petani Lokal

Betty menyebut keberhasilan ekspor ini menjadi bukti semakin terbukanya peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan asal Bengkulu. Menurutnya, pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan sesuai standar internasional menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk pertanian daerah di pasar global.

Ia berharap ekspor kolang-kaling dapat terus berlangsung dengan volume yang semakin meningkat seiring peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.

“Ekspor kolang-kaling ini diharapkan dapat terus berlanjut dan volumenya semakin meningkat, dengan kualitas produk yang semakin baik tentunya. Pohon aren sebagai penghasil kolang-kaling ini tumbuh baik di Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong, dan menjadikannya sebagai salah satu daerah penghasil kolang-kaling di Indonesia,” ujar Betty.

Selain kolang-kaling, Provinsi Bengkulu juga memiliki berbagai komoditas pertanian yang berpotensi menembus pasar ekspor, di antaranya kopi, pinang, kelapa, karet, kakao, serta berbagai hasil perkebunan dan hortikultura lainnya.

Pengembangan ekspor komoditas tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan perdagangan internasional.

Baca Juga:  TP-PKK Seluma Dukung Ketahanan Pangan

[wpforms id="149" title="true" description="true"]