Sabtu, September 5, 2026
Beranda Berita Tujuh Murid SDN 59 Bengkulu Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Tujuh Murid SDN 59 Bengkulu Diduga Keracunan Usai Santap MBG

0
4
Tujuh murid SD Negeri 59 Kota Bengkulu diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2026).

Bengkulu – Tujuh murid SD Negeri 59 Kota Bengkulu diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2026). Mereka mengalami sejumlah keluhan dan harus mendapat penanganan medis setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan ke sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi di SDN 59 yang berada di Jalan Bukit Barisan Karabela, Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Kejadian ini menjadi perhatian karena makanan MBG yang dikonsumsi para murid diduga berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Kepala SDN 59 Sukmawati, M.Pd., melalui wali kelas, Ningrum, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan makanan MBG yang disalurkan Yayasan Damar Gizi Bangsa tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB.

Setelah makanan dibagikan kepada murid, Ningrum kembali ke kantor dan memeriksa makanan yang disediakan khusus untuk guru. Saat pemeriksaan itu, ia menemukan kejanggalan pada makanan dan langsung melaporkannya kepada kepala sekolah serta operator.

“Setelah makanan dibagikan kepada anak-anak, saya kembali ke kantor dan memeriksa makanan yang ada di omprengan khusus untuk guru. Ternyata ada kejanggalan dan langsung dilaporkan kepada kepala sekolah serta operator,” ujar Ningrum, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:  Evaluasi Total Program MBG Mendesak, APKLI-P Ingatkan Pemerintah

Setelah menerima laporan tersebut, pihak sekolah memerintahkan agar makanan ditarik dan tidak dikonsumsi. Namun, saat itu sejumlah murid sudah terlanjur menyantap makanan yang dibagikan.

Sekitar 15 menit setelah menyantap makanan, sejumlah murid kelas IV mulai mengeluhkan sakit perut, mual dan pusing. Beberapa di antaranya juga mengalami muntah sehingga pihak sekolah segera mengambil langkah untuk memberikan pertolongan medis.

Sebanyak tujuh murid kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan kesehatan. Mereka sempat diarahkan dari puskesmas ke Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Di tengah penanganan terhadap para murid, pihak SPPG yang memasok makanan tersebut belum memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kejadian itu. Kondisi tersebut membuat penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para murid masih menunggu penjelasan dan pemeriksaan dari pihak terkait.

Kasus ini menjadi perhatian terhadap proses penyediaan dan distribusi MBG di Kota Bengkulu. Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para murid diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut dan mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga:  Pemerintah Minta PKS Jaga Stabilitas Harga TBS

[wpforms id="149" title="true" description="true"]