Harga Sawit di Mukomuko Mulai Naik

0
20

Mukomuko — Setelah sempat terpuruk akibat penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) dalam dua pekan terakhir, petani sawit di Kabupaten Mukomuko kini mendapat angin segar. Mulai Senin (21/4/2025), harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit di daerah ini menunjukkan tren kenaikan yang menggembirakan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, enam dari sebelas pabrik sawit tercatat menaikkan harga beli TBS dengan kenaikan bervariasi antara Rp 20 hingga Rp 40 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di PT. DDP dan PT. MPRA, yang kini membeli TBS dengan harga Rp 2.670 per kilogram. Sementara itu, harga terendah berada di PT. SAPTA sebesar Rp 2.510 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Pitriyani Ilyas, S.Pt, membenarkan adanya kenaikan ini dan menyambutnya sebagai perkembangan positif bagi para petani.

“Benar, mulai hari ini kami menerima laporan dari sejumlah pabrik sawit yang menaikkan harga TBS. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani sawit. Harapannya, tren positif ini terus berlanjut sehingga pendapatan petani dapat meningkat,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Manggala Agni Sumsel Kerahkan Personel Bantu Pemadaman Karhutla 25 Hektare di Mukomuko

Ia menambahkan, kualitas buah sawit yang dipasok ke pabrik memiliki peran penting dalam penentuan harga. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para petani agar lebih selektif dalam proses panen.

“Kami mengingatkan agar petani hanya memanen buah yang benar-benar matang. Buah mentah akan menurunkan kualitas CPO dan berdampak pada harga jual. Jika petani disiplin soal kualitas, kami optimistis harga bisa terus membaik,” tegasnya.

Berikut rincian harga TBS sawit di sejumlah pabrik di Mukomuko per 21 April 2025:

  • PT. SAPTA: Rp 2.510/Kg

  • PT. KSM: Rp 2.600/Kg

  • PT. MMIL: Rp 2.610/Kg

  • PT. SAP: Rp 2.580/Kg

  • PT. KAS: Rp 2.590/Kg

  • PT. DDP: Rp 2.670/Kg

  • PT. USM: Rp 2.570/Kg

  • PT. BMK: Rp 2.660/Kg

  • PT. GSS: Rp 2.650/Kg

  • PT. MPRA: Rp 2.670/Kg

Sementara itu, satu pabrik, yakni PT. SSS yang berlokasi di Kecamatan Penarik, dilaporkan masih belum beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko berharap momentum kenaikan harga ini dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Selain berdampak pada peningkatan pendapatan, hal ini juga akan memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok industri sawit.

Baca Juga:  Diskan-Kejari Mukomuko Kerjasama Kawal Program Perikanan Rp1,3 Miliar

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kualitas dan kuantitas. Kami siap mendampingi petani agar produktivitas tetap terjaga dan distribusi hasil panen berjalan lancar,” tutup Pitriyani. (Red)

\ Get the latest news /