Minggu, September 13, 2026
Beranda Rejang Lebong Gas di Lintasan Rejang Lebong, Dirlantas Bawa Misi Tekan Balap Liar

Gas di Lintasan Rejang Lebong, Dirlantas Bawa Misi Tekan Balap Liar

0
22
Hasan berharap pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu mulai menyiapkan lahan yang dapat digunakan untuk kegiatan balap.

Rejang Lebong — Upaya menekan aksi balap liar di Provinsi Bengkulu tidak hanya dilakukan melalui penindakan di jalan raya. Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., mendorong agar balap resmi diperbanyak sebagai ruang bagi anak muda menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan bakat.

Pesan tersebut disampaikan Hasan dengan turun langsung mengikuti road race di kawasan Terminal Simpang Nangka, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026). Ia ikut menjadi peserta bersama tim BKLSPEED.COM dalam ajang tersebut.

Bagi Hasan, arena balap resmi dapat menjadi pilihan bagi remaja yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga otomotif. Menurutnya, potensi pembalap muda harus diarahkan ke kompetisi yang legal agar tidak berkembang menjadi aksi balap liar di jalan umum.

“Tapi kita ini membawa misi bagaimana cara menekan angka balap liar yang terjadi di Provinsi Bengkulu,” kata Hasan, Sabtu (12/9/2026).

Ia menilai persoalan balap liar tidak cukup hanya diselesaikan melalui penertiban. Ketersediaan tempat latihan dan arena perlombaan juga diperlukan agar anak muda yang memiliki kemampuan balap mempunyai ruang untuk berkompetisi.

Baca Juga:  Viral Mobil Damkar Pemkab Rejang Lebong Ditemukan di Muratara, Pencuri Masih Diburu

“Karena kita menilai, mereka yang balap liar itu karena belum ada fasilitas sirkuitnya, kalau ada tentu mereka tidak akan balap liar, karena mereka itu ada potensinya,” ujarnya.

Karena itu, Hasan berharap pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu mulai menyiapkan lahan yang dapat digunakan untuk kegiatan balap. Keberadaan lokasi tersebut dinilai dapat menjadi tempat pembinaan sekaligus menampung minat pembalap muda.

“Harapan kita itu semua kabupaten/kota memiliki lahan atau lokasi balap atau sirkuit. Bisa tersalurkan bakat balapnya,” katanya.

Keikutsertaan Hasan dalam road race Rejang Lebong sekaligus menjadi cara untuk tetap dekat dengan komunitas otomotif dan melihat langsung potensi pembalap daerah. Ia mengatakan akan berupaya mengikuti event balap yang digelar di berbagai wilayah.

“Kita upayakan setiap bulan keliling, kalau ada event selalu turun. Sehingga balap liar bisa tidak ada lagi,” ujarnya.

Hasan sendiri bukan orang baru di dunia balap. Ia mengaku sudah menggeluti hobi tersebut sejak duduk di bangku SMP, sebelum bergabung dengan Polri, dan kembali aktif mengikuti perlombaan setelah sempat berhenti.

Baca Juga:  Wagub Mian Tinjau Jembatan Amblas di Air Merah

“Memang hobi dari SMP, dari sebelum jadi polisi. Sempat berhenti, setelah jadi polisi lanjut lagi sampai sekarang,” katanya.

Road race di Rejang Lebong juga menjadi perlombaan pertamanya di Provinsi Bengkulu. Sebelumnya, ia mengaku kerap mengikuti sejumlah event balap yang digelar di daerah lain.

“Kalau ada lomba-lomba sering ikut juga. Tapi kalau di Provinsi Bengkulu, khususnya Rejang Lebong, ini perdana,” ungkapnya.

Selain ikut berlomba, Hasan menyatakan siap memberikan pembinaan kepada remaja yang benar-benar serius menekuni olahraga balap. Pembinaan tersebut diharapkan dapat mengarahkan mereka dari balap liar menuju kompetisi resmi.

“Kalau ada remaja yang memiliki niat untuk balap, tentu akan kita bina penuh,” ucapnya.

Ia bahkan menargetkan pembinaan tersebut dapat menghasilkan pembalap asal Bengkulu yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. Bibit-bibit yang dinilai memiliki kemampuan akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

“Ke depan akan mencari bibit pembalap juga, sehingga kalau ada kejuaraan akan kita turunkan, bahkan kalau bisa ke nasional,” pungkasnya.

Baca Juga:  Unib Survei 800 Hektar Lahan Calon Sawah di Rejang Lebong

[wpforms id="149" title="true" description="true"]