Bengkulu Utara – Anggota DPD RI/MPR RI asal Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi Pondok Pesantren As Salam Al Azhar di Pulau Enggano. Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Desa Kaana, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kunjungan itu, Senator Destita mendengarkan langsung berbagai kebutuhan yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren As Salam Al Azhar, Ustaz Zaki Almukarom, mulai dari kesejahteraan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, hingga sarana operasional pesantren.
“Aspirasi yang disampaikan Ustaz Zaki, para dewan guru, dan santri akan kami bawa dan kami perjuangkan. Pendidikan di Pulau Enggano sebagai wilayah terluar tidak boleh tertinggal. Kita ingin anak-anak di sana mendapatkan kesempatan dan fasilitas yang sama dengan daerah lain,” kata Destita.
Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah seluruh tenaga pengajar di pesantren masih berstatus honorer. Karena itu, pihak pesantren berharap guru swasta juga diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selain itu, Pondok Pesantren As Salam Al Azhar juga masih membutuhkan komputer dan perangkat pendukung pembelajaran berbasis teknologi. Hingga kini, para santri belum memiliki fasilitas tersebut untuk menunjang proses belajar mengajar.
Pesantren juga belum memiliki kendaraan operasional sehingga setiap mengikuti kegiatan di luar, seperti pramuka, pengajian, maupun penampilan marawis, pihak pesantren harus menyewa kendaraan. Di sisi lain, beberapa ruang belajar juga membutuhkan perbaikan karena kondisi atap seng yang mulai bocor.
Di balik berbagai keterbatasan tersebut, tersimpan kisah pengabdian Ustaz Zaki Almukarom yang memilih kembali ke kampung halamannya di Pulau Enggano delapan tahun lalu setelah menimba ilmu agama di luar daerah. Putra asli pulau terluar Indonesia itu memutuskan membangun Pondok Pesantren As Salam Al Azhar pada 2018 agar anak-anak Enggano tidak tertinggal dalam pendidikan agama.
“Saya ingin membangun sekolah di daerah sendiri, mencerdaskan anak bangsa, dan mencetak generasi yang berakhlak. Walaupun berada di pulau, kami tidak ingin tertinggal dalam pendidikan agama,” ujar Ustaz Zaki.
Kini Pondok Pesantren As Salam Al Azhar menjadi tempat belajar bagi puluhan santri. Selain mendalami ilmu agama seperti nahwu, sharaf, tafsir, dan akidah akhlak, para santri juga memperoleh pelajaran umum seperti Matematika dan Bahasa Indonesia sesuai kurikulum Kementerian Agama.
“Pelajaran umum tetap kami ajarkan agar anak-anak tidak tertinggal. Kami mengikuti kurikulum yang ditetapkan Kementerian Agama,” ucapnya.
Seluruh santri di Pondok Pesantren As Salam Al Azhar menempuh pendidikan secara gratis. Operasional pesantren selama ini ditopang oleh bantuan para donatur dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
“Alhamdulillah semua santri gratis. Kebutuhan makan dan operasional banyak dibantu para donatur, ada yang dari Jakarta hingga Sydney. Kami bersyukur masih banyak yang peduli,” ujarnya.
Ustaz Zaki menjelaskan, Pondok Pesantren As Salam Al Azhar telah memiliki izin operasional, terdaftar di Kementerian Agama, serta telah terakreditasi sehingga para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan kepada Senator Destita dapat segera mendapat perhatian sehingga kualitas pendidikan di Pulau Enggano semakin meningkat.
“Harapan kami jangan sampai ada perbedaan antara guru negeri dan swasta. Guru-guru swasta juga seharusnya memiliki kesempatan yang sama mengikuti PPPK,” katanya.
“Sampai sekarang kami belum memiliki komputer dan alat pendukung mengajar. Kami berharap ada bantuan agar anak-anak santri tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
“Kalau ada kegiatan di luar kami selalu menyewa mobil. Sekali sewa bisa sekitar Rp400 ribu. Itu menjadi beban bagi pondok,” ucapnya.
“Mudah-mudahan ada bantuan untuk memperbaiki ruang kelas yang atapnya sudah bocor. Mudah-mudahan ada pihak yang tergerak membantu demi kenyamanan anak-anak santri belajar,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ustaz Zaki menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi dan mendidik generasi muda di Pulau Enggano agar memiliki akhlak mulia sekaligus ilmu pengetahuan yang memadai.
“Selama kami masih diberi kesehatan, insya Allah kami akan terus mendidik anak-anak Pulau Enggano agar mereka tidak tertinggal, baik dalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan,” tuturnya.







