Minggu, Juli 5, 2026
Beranda Ekonomi Harga Cabai, Bensin, dan Beras Dorong Laju Inflasi Tahunan Bengkulu

Harga Cabai, Bensin, dan Beras Dorong Laju Inflasi Tahunan Bengkulu

0
7

BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Provinsi Bengkulu pada Juni 2026 sebesar 3,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,83. Dari dua daerah yang menjadi cakupan penghitungan inflasi, Kabupaten Mukomuko mencatat inflasi tertinggi dibandingkan Kota Bengkulu.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis pada 1 Juli 2026, inflasi tahunan di Kabupaten Mukomuko mencapai 5,02 persen dengan IHK sebesar 110,91, sedangkan Kota Bengkulu mengalami inflasi 3,61 persen dengan IHK sebesar 110,80.

“Inflasi tahunan di Provinsi Bengkulu terjadi karena seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga, meskipun besarannya berbeda-beda pada masing-masing kelompok,” ujar Win Rizal.

Kelompok pengeluaran yang mencatat kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,01 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,39 persen. Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami inflasi 3,90 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,54 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 2,30 persen, perlengkapan rumah tangga 1,80 persen, pakaian dan alas kaki 1,69 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,55 persen, pendidikan 1,29 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,93 persen, serta kesehatan 0,25 persen.

Baca Juga:  Inflasi Kota Bengkulu Pada Januari 2,63 Persen

Menurut Win Rizal, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan pada Juni 2026. Di antaranya cabai merah, emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), minyak goreng, ikan dencis, bahan bakar rumah tangga, dan beras.

Sementara itu, beberapa komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi tahunan, antara lain santan segar, tarif rumah sakit, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, popok bayi sekali pakai, sepatu anak, daun singkong, krim wajah, pembalut wanita, baju muslim wanita, dan tempe.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) atau bulanan pada Juni 2026 sebesar 0,38 persen. Adapun inflasi year-to-date (y-to-d) atau sejak awal tahun hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,77 persen.

Win Rizal menjelaskan, inflasi bulanan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bensin, tomat, bahan bakar rumah tangga, mainan anak, ketupat atau lontong sayur, soto, bawang putih, kursi, minyak goreng, dan pasir.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi bulanan. Komoditas tersebut antara lain ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, cabai merah, daging ayam ras, sepatu anak, angkutan udara, udang basah, ikan tuna, santan segar, terong, dan pembalut wanita.

Baca Juga:  Aktivitas Pegadaian Bengkulu Meningkat Jelang Ramadan

Menurut Win Rizal, perkembangan inflasi di Bengkulu masih dipengaruhi oleh dinamika harga pangan, energi, serta biaya transportasi. Karena itu, pengendalian pasokan dan stabilitas harga komoditas strategis dinilai tetap menjadi faktor penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mendukung daya beli masyarakat.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]