BENGKULU – Kemeriahan Festival Tabot 2026 di Kota Bengkulu diwarnai maraknya aksi pencopetan dengan modus menyilet tas pengunjung di tengah keramaian. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban kehilangan barang berharga saat menikmati rangkaian acara budaya tahunan tersebut.
Menyikapi kondisi itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berada di area festival, terutama di titik-titik yang dipadati pengunjung.
Menurutnya, pelaku memanfaatkan situasi kerumunan untuk melancarkan aksinya tanpa disadari korban. Karena itu, pengunjung diminta memastikan barang berharga tersimpan dengan aman dan mudah diawasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menjaga barang bawaannya. Modus yang digunakan pelaku adalah menyilet tas saat kondisi ramai. Sebaiknya tas diposisikan di bagian depan tubuh agar lebih mudah dipantau,” ujar Sahat, Minggu (21/6/2026).
Satpol PP Kota Bengkulu bersama petugas keamanan lainnya terus melakukan pengawasan di sejumlah titik keramaian selama pelaksanaan Festival Tabot. Personel disiagakan untuk menjaga ketertiban sekaligus merespons cepat laporan masyarakat apabila terjadi tindak kriminal.
Sahat meminta pengunjung segera melapor kepada petugas apabila melihat aktivitas mencurigakan atau menjadi korban pencopetan. Langkah cepat dinilai penting untuk mempermudah penanganan dan mencegah jatuhnya korban lainnya.
Selain mengamankan barang bawaan, masyarakat juga diimbau untuk tidak membawa barang berharga secara berlebihan saat menghadiri festival. Pengunjung yang datang bersama keluarga atau rombongan diminta saling menjaga dan menghindari terpisah dari kelompoknya di tengah keramaian.
Tak hanya itu, pengamanan kendaraan juga menjadi perhatian. Pengunjung diminta menggunakan area parkir resmi yang telah disediakan panitia maupun pemerintah serta menambahkan kunci pengaman guna mengantisipasi aksi pencurian kendaraan.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap kerja sama antara petugas keamanan dan masyarakat dapat menciptakan suasana Festival Tabot yang aman, nyaman, dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.







