Bengkulu – Cuaca ekstrem di Tanah Suci menjadi tantangan bagi jemaah haji Indonesia yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji. Suhu udara yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, mengatakan suhu udara di Makkah saat ini berkisar antara 41 hingga 43 derajat Celsius pada siang hari. Sementara pada malam hari suhu berada di kisaran 29 derajat Celsius.
Menurut Kurniawan, tingginya suhu udara yang dipadukan dengan aktivitas ibadah yang padat menyebabkan banyak jemaah mengalami kelelahan dan penurunan kondisi fisik. Situasi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap sejumlah penyakit yang umum terjadi selama musim haji.
“Cuaca panas yang mencapai 43 derajat Celsius, ditambah kelelahan akibat menjalani rangkaian ibadah wajib, membuat jemaah rentan mengalami gangguan kesehatan. Penyakit yang banyak ditemukan saat ini antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan hipertensi,” kata Kurniawan, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan laporan kesehatan terbaru, terdapat satu jemaah yang tergabung dalam kloter Bengkulu-Padang yang harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Jemaah tersebut bernama Amri Bin Lawi, warga Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Selain itu, dua jemaah asal Bengkulu saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Kedua jemaah tersebut adalah Akhmad Ansori Muktar dan Umi Kasnini Rasyid yang berasal dari Kota Bengkulu.
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan jemaah melalui koordinasi dengan petugas kesehatan haji di Tanah Suci. Perkembangan kesehatan para jemaah yang menjalani perawatan juga terus dipantau secara berkala.
Jemaah haji diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas berlebihan di bawah terik matahari, dan mematuhi anjuran petugas kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.







