Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda Ekonomi Inflasi Kota Bengkulu April 2026 Tercatat 1,77 Persen

Inflasi Kota Bengkulu April 2026 Tercatat 1,77 Persen

0
4

Bengkulu – Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,77 persen pada April 2026. Selain itu, inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,48 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,43.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) April 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Senin (4/5/2026).

Iin Inayati menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,21 persen. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen.

Selain itu, kelompok transportasi mengalami kenaikan sebesar 1,47 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,33 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,31 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,38 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,99 persen.

Baca Juga:  Bank Indonesia Bersama Susi Marleny Bachsin Sosialisasikan Kemudahan Transaksi Menggunakan QRIS

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi yakni kelompok kesehatan sebesar 0,70 persen dan kelompok pendidikan sebesar 8,31 persen.

“Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,93 persen,” ujar Iin.

Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, ikan dencis, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan angkutan udara.

Sedangkan kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil sebesar 0,50 persen. Komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain Sekolah Menengah Atas, cabai merah, santan segar, bawang putih, dan tarif rumah sakit.

Untuk inflasi m-to-m, penyumbang utama berasal dari kelompok makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,17 persen. Komoditas yang dominan memicu inflasi yakni angkutan udara, ongkos binatu atau laundry, sate, minyak goreng, dan ikan dencis.

Adapun kelompok yang memberikan andil deflasi pada April 2026 adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, angkutan antarkota, dan tarif kendaraan travel.

Baca Juga:  Google Ungkap Kesalahan Konversi Mata Uang Rp8.170,65 per Dolar AS

Kegiatan rilis Berita Resmi Statistik tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu, Dinas Perindag Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, para statistisi di BPS Kota Bengkulu, serta media massa.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]