Bengkulu – Dian Fitri, Tim Pengelola Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi anggota DPD RI/MPR RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., menyebutkan sebanyak 3.728 siswa tercatat mendaftar bantuan PIP hingga 28 April 2026. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 19 persen siswa yang berhasil diusulkan karena seluruh proses seleksi dilakukan otomatis oleh sistem kementerian.
“Tim pengelola hanya membantu proses pengumpulan dan penginputan data. Kelulusan sepenuhnya ditentukan sistem pusat berdasarkan verifikasi pemerintah,” ujar Dian Fitri.
Menurut Dian, banyak siswa tidak berhasil diusulkan karena telah lebih dahulu masuk melalui jalur lain seperti sekolah, dinas pendidikan, DPR RI, maupun anggota DPD RI lainnya. Selain itu, persoalan data ganda, ketidaksesuaian identitas, dan sinkronisasi data sekolah yang belum lengkap juga menjadi penyebab utama.
“Karena siswa hanya bisa diusulkan satu kali dalam setahun, maka ketika sudah masuk dari jalur lain otomatis sistem menolak pengajuan berikutnya,” jelasnya.
Untuk pengajuan bantuan PIP tahun 2026, masyarakat diwajibkan melengkapi formulir meliputi data tingkat sekolah, identitas siswa, sekolah, NISN, NPSN, nama orang tua, nomor WhatsApp aktif, alamat lengkap, kecamatan, kabupaten/kota, hingga unggahan halaman depan rapor sebagai syarat verifikasi.
Sementara itu, anggota DPD RI/MPR RI Apt. Destita Khairilisani menegaskan jalur aspirasi yang dibukanya merupakan bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan bagi pelajar kurang mampu di Bengkulu. Hal ini juga sebagai upaya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas yang ada di daerah 3T agar dapat mengenyam pendidikan secara gratis.
“Kami ingin memastikan lebih banyak anak Bengkulu mendapatkan kesempatan bantuan pendidikan, namun masyarakat juga harus memahami bahwa penentuan penerima tetap melalui sistem pemerintah pusat,” tegas Destita.
Apoteker Destita mengungkapkan perbaikan data sebelum batas sinkronisasi sangat penting agar peluang siswa mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya lebih besar. “Karena itu, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan sekolah agar seluruh persyaratan administrasi dapat disesuaikan sebelum pengajuan tahap berikutnya dibuka,” tutur Destita.
“Pendidikan adalah investasi masa depan generasi Bengkulu, sehingga saya berharap seluruh pihak serius memastikan data anak-anak kita benar agar kesempatan memperoleh bantuan bisa lebih besar,” tutupnya.







