Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, apt Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu di ruang Kepala Dinas, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada penyerapan aspirasi strategis terkait penguatan infrastruktur digital, percepatan transformasi teknologi pemerintahan, serta pemerataan akses komunikasi di Provinsi Bengkulu.
Kedatangan Senator Destita disambut langsung Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, bersama jajaran pejabat, staf, serta Komisioner KPID Bengkulu. Dalam kesempatan itu, Nelly Alesa memaparkan sejumlah kebutuhan prioritas daerah yang memerlukan dukungan pemerintah pusat melalui peran DPD RI.
Nelly Alesa menjelaskan pembangunan BTS di empat wilayah blank spot menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak, disertai penguatan jaringan komunikasi di 36 desa kategori slow spot di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, penguatan akses sinyal menjadi fondasi penting bagi pemerataan informasi, pelayanan publik, dan pembangunan berbasis digital.
Selain infrastruktur telekomunikasi, Nelly Alesa juga menyampaikan kebutuhan peningkatan kapasitas storage data nasional sementara karena keterbatasan server yang ada saat ini belum mampu menampung seluruh kebutuhan data pemerintahan Provinsi Bengkulu secara maksimal.
“Kami berharap dukungan dari pusat melalui Ibu Senator untuk pembangunan BTS di daerah blank spot, penguatan sinyal desa slow spot, serta pengembangan sarana data dan server pemerintahan,” ujar Nelly Alesa.
Diskominfotik juga mengusulkan penguatan Program Satu Data Bengkulu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembangunan sarana-prasarana digital, serta dukungan advokasi menuju terwujudnya smart province di Provinsi Bengkulu dan smart city/smart regency di seluruh kabupaten dan kota.
Dalam pemaparannya, Nelly Alesa menegaskan seluruh kebutuhan tersebut merupakan bagian dari strategi besar transformasi digital Bengkulu agar pelayanan publik, distribusi informasi, dan tata kelola pemerintahan semakin modern dan terintegrasi.
Pada 2026, Diskominfotik Provinsi Bengkulu menetapkan empat program kerja prioritas utama. Pertama, Transformasi Komunikasi dan Konektivitas melalui produksi 1.800 konten publikasi pembangunan daerah. Kedua, Pengembangan SDM dan Digitalisasi Desa melalui pelatihan SPBE dan cyber security bagi 37 ASN dan pelajar.
Ketiga, Penguatan Jaringan Internet Desa melalui relokasi satelit Ku-Band dan optimalisasi Combat di Desa Tenangan, Kabupaten Seluma. Keempat, pengembangan 30 portal desa “Petik Buahati” guna mendukung keterbukaan data pembangunan desa di seluruh Bengkulu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Senator Destita menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh kebutuhan prioritas Diskominfotik, KIP, dan KPID Bengkulu di tingkat pusat.
“Ini menjadi PR kita bersama. Saya siap berkolaborasi dan memperjuangkan seluruh kebutuhan Bengkulu agar transformasi digital, pemerataan komunikasi, dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat,” tegas Destita.
Menurut Destita, pembangunan infrastruktur komunikasi dan digitalisasi merupakan kebutuhan mendasar yang akan menentukan masa depan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan pembangunan masyarakat Bengkulu.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPD RI, serta seluruh pemangku kepentingan, Destita optimistis aspirasi penguatan komunikasi dan digitalisasi Bengkulu dapat terealisasi secara bertahap demi kemajuan daerah.







