Jumat, Maret 20, 2026
Beranda Bengkulu Mukomuko Mukomuko Percepat Swasembada Beras, Target Tanam Padi Tiga Kali Setahun Dimulai 2026

Mukomuko Percepat Swasembada Beras, Target Tanam Padi Tiga Kali Setahun Dimulai 2026

0
9

Mukomuko – Upaya mewujudkan swasembada beras di Kabupaten Mukomuko mulai memasuki tahap yang lebih konkret. Pemkab Mukomuko kini tidak lagi berhenti pada rencana, melainkan bergerak dengan langkah terukur untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Mulai 2026, pemerintah menargetkan petani mampu melakukan tanam padi hingga tiga kali setahun—angka yang selama ini sulit dicapai akibat minimnya irigasi dan ketergantungan pada hujan.

Tahun ini, sektor pertanian mendapat suntikan dukungan lewat program Optimasi Lahan (Oplah) non rawa dari pemerintah pusat. Sebanyak 809 hektare lahan ditetapkan sebagai penerima program dan dikelola oleh sembilan kelompok tani. Kecamatan Ipuh menjadi daerah dengan porsi terbesar, sekaligus pusat percepatan realisasi swasembada.

Kasi Saprodi, Alsintan, dan Pembiayaan Dinas Pertanian Mukomuko, Dodi Hardiansyah SP, menyebutkan bahwa enam kelompok tani penerima program berada di Kecamatan Ipuh, dengan luas lahan yang dikerjakan mencapai lebih dari 100 hektare.

“Dengan tambahan jaringan irigasi air tanah, kami optimis pada 2026 petani di Ipuh sudah bisa melakukan tanam padi tiga kali setahun,” ujarnya.

Selama ini, produksi padi terkendala pola tanam yang bergantung sepenuhnya pada curah hujan. Sebagian besar lahan sawah berstatus tadah hujan sehingga jadwal tanam kerap berubah dan hasil panen tidak stabil.

“Petani selama ini menunggu hujan. Dengan irigasi yang memadai, pola tanam itu harus berubah,” tambah Dodi.

Saat ini sebagian petani di Ipuh mengandalkan aliran pipa dari dataran tinggi, namun kapasitasnya belum mampu menopang kebutuhan air saat musim kemarau. Karena itu, percepatan pembangunan jaringan irigasi yang lebih permanen dan terstruktur menjadi kebutuhan mendesak.

Dodi menegaskan, ketersediaan air adalah kunci untuk meningkatkan intensitas tanam dan produksi.

“Ini kerja bersama. Jika irigasi sudah kuat, ketergantungan pada hujan bisa diputus. Tanam tiga kali setahun bukan lagi mimpi, tapi peluang nyata yang sedang kita kejar,” tutupnya.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]