
Bengkulu — Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dipadati calon siswa baru bersama orang tua mereka pada Jumat (5/6/2026). Kedatangan para wali murid tersebut untuk mencari informasi sekaligus berkonsultasi terkait kendala dalam proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 secara daring.
Sejak pagi, antrean terlihat memenuhi area pelayanan Disdikbud Provinsi Bengkulu. Sebagian besar orang tua mengaku mengalami kendala saat proses login hingga verifikasi data dalam sistem pendaftaran online.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 secara umum berjalan lancar dan terkendali.
Menurutnya, sistem pendaftaran online masih berfungsi dengan baik tanpa gangguan teknis yang berarti. Kendala yang muncul, kata dia, umumnya disebabkan ketidaksesuaian data atau dokumen yang diunggah oleh peserta.
Ia menjelaskan, pada jalur prestasi ditemukan sejumlah sertifikat yang tidak terdaftar atau tidak diakui oleh Pusat Prestasi Nasional sehingga otomatis ditolak sistem. Sementara pada jalur afirmasi, beberapa dokumen seperti data Program Keluarga Harapan (PKH) juga ditemukan tidak memenuhi syarat verifikasi.
“Kalau dokumennya tidak sesuai, sistem tentu akan menolak. Kami sudah sejak awal mengingatkan masyarakat untuk mengisi data sesuai dokumen yang dimiliki,” kata Zulhendri.
Zulhendri juga membantah adanya dugaan permainan maupun intervensi dalam proses penerimaan siswa baru. Ia menegaskan seluruh tahapan SPMB dilakukan sesuai aturan dan diawasi secara ketat.
Ia menambahkan, Disdikbud telah melakukan sosialisasi sebelum pendaftaran dibuka, namun masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami persyaratan administrasi yang ditetapkan.
“Kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik dan melakukan sosialisasi sejak awal. Tidak ada permainan dalam proses ini. Semua berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Disdikbud Provinsi Bengkulu juga mengingatkan panitia di sekolah untuk tetap waspada terhadap potensi pihak ketiga yang mencoba memanfaatkan proses penerimaan siswa baru. Hingga saat ini, pihaknya memastikan belum ditemukan indikasi praktik percaloan dalam pelaksanaan SPMB 2026.






