
Bengkulu – Pemulihan fasilitas pendidikan di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu pascakebakaran hebat terus menjadi prioritas pemerintah. Revitalisasi sekolah yang menghanguskan sekitar delapan ruangan, termasuk ruang kelas dan ruang OSIS, ditargetkan segera dimulai tahun ini.
Pembangunan kembali fasilitas sekolah tersebut menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp2,2 miliar sesuai dengan proposal yang diajukan pihak sekolah.
Di tengah masa transisi, dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar juga datang dari sektor korporasi. PT Pertamina Patra Niaga melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan berupa ruang kelas darurat.
Ruang kelas darurat tersebut berupa tenda yang dilengkapi meja, kursi, papan tulis, dan mesin pendingin udara atau blower. Fasilitas tersebut menjadi solusi sementara bagi 192 siswa agar tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman selama pembangunan gedung baru berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Ilham Putra mengatakan revitalisasi delapan ruangan di SMPN 19 akan segera dilaksanakan dengan sistem swakelola. Skema tersebut dipilih untuk melibatkan masyarakat lokal, komite sekolah, serta orang tua atau wali murid dalam mempercepat proses pemulihan sekolah.
“Alhamdulillah, SMP Negeri 19 sekarang dalam proses revitalisasi. Tahun ini juga kelas yang terbakar akan segera dibangun kembali,” ujar Ilham Putra, Rabu (26/8/2026).
Menurut Ilham, anggaran sekitar Rp2,2 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik gedung. Anggaran juga mencakup pengadaan meja, kursi, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
“Untuk delapan kelas, anggarannya sekitar Rp2,2 miliar, termasuk meja, kursi dan sarana-prasarana lain yang dibutuhkan SMP Negeri 19,” kata Ilham.
Saat ini, pihak SMPN 19 Kota Bengkulu tengah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis sebelum pembangunan dimulai. Peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung pada awal September 2026 dengan waktu pengerjaan maksimal 120 hari.
Pemerintah berharap pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga siswa tidak perlu terlalu lama menggunakan ruang kelas darurat. Jika berjalan sesuai target, gedung baru diharapkan dapat mulai digunakan pada akhir tahun 2026.
“Mudah-mudahan tidak sampai 120 hari, sarana dan prasarana sudah berdiri semua. Jadi kelas darurat ini kemungkinan berakhir sekitar Desember,” kata Ilham.
Sinergi bantuan ruang kelas darurat dari PT Pertamina Patra Niaga dan dukungan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat diharapkan mampu menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Pembangunan kembali fasilitas sekolah juga diharapkan segera mengembalikan kualitas layanan pendidikan bagi 192 siswa SMPN 19 Kota Bengkulu.






