Kamis, Juli 2, 2026
Beranda Berita Rakernas APEKSI Dibuka Wamendagri, Wali Kota Bengkulu Belajar Strategi Dongkrak PAD dari...

Rakernas APEKSI Dibuka Wamendagri, Wali Kota Bengkulu Belajar Strategi Dongkrak PAD dari Daerah Berprestasi

0
3

MEDAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Rakernas tersebut dihadiri 98 wali kota dari seluruh Indonesia, termasuk Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Forum nasional ini menjadi ajang berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi pembangunan antarpemerintah kota.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengajak seluruh kepala daerah untuk terus berinovasi dan tidak terpaku pada pola-pola lama dalam membangun daerah. Menurutnya, kota-kota di Indonesia kini telah menjadi motor penggerak transformasi pembangunan melalui berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hari ini saya justru melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota saat ini menjadi transformer, menjadi survivor dengan berbagai macam inisiatif kepemimpinan,” ujar Bima Arya.

Ia menegaskan, praktik terbaik pembangunan tidak perlu lagi dicari hingga ke luar negeri. Banyak pemerintah daerah di Indonesia yang telah membuktikan keberhasilannya melalui inovasi dan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tiba di Bengkulu, Jemput Ajudan Asal Daerah

“Belajar tidak usah jauh-jauh ke luar negeri. Praktik terbaik itu ada di sini semua. Saya sangat merekomendasikan Bapak dan Ibu mempelajari secara detail berbagai inovasi yang dilakukan daerah-daerah seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru,” katanya.

Bima Arya secara khusus menyoroti keberhasilan Kota Pekanbaru yang mampu meningkatkan PAD dari sekitar Rp809 miliar menjadi Rp1,2 triliun hanya dalam waktu satu tahun. Menurutnya, capaian tersebut layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Selain peningkatan PAD, ia juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Skema tersebut, kata dia, telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah seperti Semarang, Samarinda, dan Madiun.

Wamendagri juga menekankan pentingnya membangun identitas daerah atau city branding untuk meningkatkan daya saing.

“Branding bukan hanya pencitraan. Branding yang baik adalah citra hari ini, cerita masa lalu, dan cita-cita masa depan. Kota yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah dikenal dan pada akhirnya mampu meningkatkan PAD,” tegasnya.

Baca Juga:  Polri Kirim 4.459 Kilogram Logistik pada Hari Kedua untuk Perkuat Penanganan Darurat Bencana di Sumatera Utara

Usai mengikuti pembukaan Rakernas, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan forum APEKSI menjadi kesempatan penting bagi para kepala daerah untuk saling bertukar pengalaman dan mempelajari strategi pembangunan yang berhasil diterapkan di berbagai daerah.

“Sekarang kami Rakernas di Medan. Kita bertukar pikiran, bertukar program, dan salah satunya belajar bagaimana daerah lain meningkatkan PAD,” ujar Dedy.

Saat diwawancarai bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wali Kota Kendari, Dedy mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Pekanbaru yang mendapat perhatian pemerintah pusat berkat peningkatan PAD yang signifikan.

“Inilah Wali Kota Pekanbaru yang direkomendasikan Pak Wamendagri untuk menjadi tempat belajar para wali kota. PAD-nya meningkat dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Beliau juga sahabat saya sejak mengikuti Lemhannas. Di sini juga ada Wali Kota Kendari yang memiliki banyak inovasi,” ungkap Dedy.

Suasana semakin hangat ketika Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Dedy Wahyudi dan menitipkan salam kepada masyarakat Kota Bengkulu.

“Selamat malam warga Bengkulu. Tidak rugi punya wali kota yang ganteng, baik hati, dan penuh inovasi ini,” ucap Agung yang disambut tepuk tangan dan tawa para kepala daerah yang hadir.

Baca Juga:  FKIJK Bengkulu Gelar Giat Donor Darah

Rakernas XVIII APEKSI menjadi forum strategis bagi para wali kota untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan, serta merumuskan berbagai langkah inovatif guna mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]