MEDAN – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu, Dr. Nurlia Dewi, S.H., M.H., menghadiri Forum Koordinasi Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) Nasional bertajuk Digital Insights, Better Governance yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Medan, Rabu (1/7/2026).
Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2026 tersebut diikuti 98 peserta dari Dinas Kominfo pemerintah kota se-Indonesia. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) yang membahas berbagai isu strategis terkait komunikasi publik dan transformasi digital.
Tiga materi utama yang disampaikan meliputi penguatan fungsi komunikasi publik pemerintah daerah, tata kelola data dan publikasi menuju kota modern, serta arah kebijakan nasional yang perlu disampaikan secara efektif kepada masyarakat.
“Ini agenda penting yang harus diikuti. Kami membutuhkan tambahan pengetahuan tentang bagaimana mengelola komunikasi publik pemerintah daerah yang dikolaborasikan dengan isu kebijakan nasional,” ujar Nurlia Dewi.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah yang tepat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas aparatur sekaligus menyelaraskan strategi komunikasi dengan kebijakan pemerintah pusat di era digital.
Selain menjadi ajang berbagi pengalaman antardaerah, forum juga membahas berbagai tantangan komunikasi publik yang saat ini dihadapi pemerintah daerah.
Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah upaya memerangi penyebaran hoaks. Pemerintah daerah didorong agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih aktif menyampaikan informasi yang akurat, terbuka, dan berbasis data sehingga ruang digital tidak dipenuhi spekulasi maupun misinformasi.
Forum juga membahas pentingnya manajemen komunikasi kebencanaan. Pemerintah daerah diharapkan mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan responsif sebelum maupun saat bencana terjadi agar masyarakat memperoleh informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, pemberantasan judi online turut menjadi fokus pembahasan. Para peserta mendukung penguatan kelompok kerja (Pokja) dalam memerangi praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan karena menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Upaya tersebut dinilai memerlukan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan edukasi kepada masyarakat, peningkatan literasi digital, serta penegakan hukum yang tegas.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Medan menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang hadir dan berharap forum tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan serta kolaborasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Keikutsertaan Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu dalam forum nasional ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lainnya dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Forum Koordinasi Komdigi Nasional berlangsung secara interaktif dan ditutup dengan penyampaian rekomendasi sebagai langkah bersama dalam memperkuat komunikasi publik, mempercepat transformasi digital, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berdaya saing.







