Jakarta – Ombudsman RI menyampaikan permintaan maaf kepada publik menyusul kasus hukum yang menjerat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto.
Pimpinan Ombudsman RI periode 2026–2031 menyatakan peristiwa tersebut terjadi pada periode sebelumnya (2021–2026) dan menegaskan komitmen untuk tetap menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pelayanan publik.
“Ombudsman RI menyesalkan peristiwa ini dan berkomitmen kuat menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas pengawasan pelayanan publik,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan, Kamis (16/4/2026).
Pimpinan Ombudsman juga menegaskan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Lembaga tersebut menyatakan akan bersikap kooperatif selama proses berlangsung.
Selain itu, Ombudsman menekankan pentingnya prinsip transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah dalam menyikapi kasus ini.
Untuk memastikan layanan tetap berjalan, Ombudsman RI menyatakan telah menyiapkan langkah internal sesuai mekanisme kelembagaan. Fungsi pengawasan pelayanan publik dipastikan tidak terganggu meski proses hukum tengah berlangsung.
Pernyataan ini disampaikan oleh jajaran pimpinan Ombudsman RI, di antaranya Wakil Ketua merangkap Anggota Rahmadi Indra Tektona bersama anggota lainnya, termasuk Abdul Ghoffar, Fikri Yasin, Maneger Nasution, Nuzran Joher, Partono, Robertus Na Endi Jaweng, serta Syafrida Rachmawati Rasahan.

Berita Terbaru
Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme
Polri Ungkap TPPO Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Lima Laporan Polisi Ditangani
Program Bantu Rakyat, Pemprov Bengkulu dan Baznas Salurkan Sembako untuk Lansia di Bumi Ayu
Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam
Wagub Minta ASN dan Kepala OPD Totalitas Bantu Rakyat
Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun, LKBH UIN Jakarta Soroti Praktik Poligami Siri