Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan yang diemban. Keputusan tersebut diambil karena ia akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri setelah berkonsultasi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahan di media sosial pada Rabu (22/7), Nanik menjelaskan bahwa keberangkatannya ke luar negeri bukan karena tidak percaya pada kemampuan dokter di Indonesia. Ia mengatakan pengobatan tersebut dilakukan untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya.
Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo sekaligus menyatakan niatnya mundur dari jabatan Kepala BGN demi fokus menjalani pengobatan. Menurutnya, Presiden menyetujui pengunduran diri tersebut, namun tetap memintanya ikut mengawasi jalannya Badan Gizi Nasional.
Ia mengungkapkan Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua dewan tersebut. Dalam unggahannya, Nanik menyebut masih siap memberikan masukan bagi BGN meski tidak lagi memegang jabatan operasional.
Dalam kesempatan itu, Nanik juga menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah program politik, melainkan upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Menurutnya, sasaran utama program tersebut adalah balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik sehingga bertujuan membangun generasi yang lebih sehat.
Ia menilai program MBG juga telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Nanik mencontohkan, saat program sempat berhenti selama libur sekolah, petani, peternak, dan pedagang mengeluhkan turunnya penyerapan hasil produksi mereka.
Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan sejumlah pembenahan di internal BGN, termasuk mengganti lima pejabat eselon I dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan. Selain itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi untuk mengevaluasi penerima manfaat, operasional SPPG, pelaksanaan MBG di wilayah 3T, hingga peningkatan efisiensi program.
Di akhir pernyataannya, Nanik mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Ia berharap program tersebut dapat membawa manfaat bagi kesehatan anak-anak Indonesia sekaligus menggerakkan perekonomian daerah, sementara dirinya akan fokus menjalani pengobatan dan pemulihan kesehatan.







