Selasa, Agustus 25, 2026
Beranda Berita Lima Potensi Investasi Bengkulu Capai Rp473 Miliar, Siap Dorong Ekonomi Daerah

Lima Potensi Investasi Bengkulu Capai Rp473 Miliar, Siap Dorong Ekonomi Daerah

0
5

Bengkulu — Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat lima peluang investasi daerah dengan nilai mencapai Rp473,15 miliar hingga 21 Agustus 2026. Investasi tersebut tersebar di sektor perindustrian, pertanian, dan pariwisata.

Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, M Irfan Surya Wardhana, mengatakan kelima peluang investasi tersebut telah terkonfirmasi dan siap masuk tahap penyusunan serta penyampaian proposal bisnis. Nilai investasi yang diproyeksikan mencapai Rp473.150.839.050.

Dari lima peluang tersebut, investasi terbesar berada di sektor perindustrian melalui rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Kabupaten Bengkulu Utara senilai Rp345,42 miliar. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi kelapa sawit agar komoditas tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Selain pabrik minyak goreng, Bengkulu Utara juga memiliki peluang investasi Integrated Nursery Farming System senilai Rp95,20 miliar. Proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan bibit sekaligus mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan.

Sementara sektor pariwisata memiliki tiga peluang investasi dengan total nilai Rp32,52 miliar. Ketiganya yakni Laguna Waterpark & Resort di Kabupaten Kaur senilai Rp19,10 miliar, Wisata Ikan Larangan di Desa Taba Lubuk Puding, Kabupaten Seluma, senilai Rp7,04 miliar, serta Desa Wisata Cemoro Sewu Kungkai Baru, Kabupaten Seluma, senilai Rp6,37 miliar.

Baca Juga:  Mendikdasmen: TKA Gantikan Ujian Nasional, SPMB Siap Digelar

Jika dilihat berdasarkan nilai investasi, sektor perindustrian menjadi yang paling dominan dengan kontribusi sekitar 73 persen dari total nilai investasi. Dominasi tersebut terutama berasal dari rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Bengkulu Utara.

Menurut Irfan, masuknya investasi pada sektor industri dan pertanian dapat memperluas aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas daerah. Investasi juga diharapkan membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, dan memperkuat rantai ekonomi lokal.

“Kondisi ini mencerminkan pengembangan ekonomi daerah yang tidak lagi eksklusif bertumpu pada sektor primer, namun mulai bergeser pada hilirisasi komoditas dan sektor jasa,” kata Irfan. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang perlu dikawal bersama.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]