Rabu, Juli 8, 2026
Beranda Pendidikan Gubernur Helmi Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Siap Digunakan Agustus 2026

Gubernur Helmi Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Siap Digunakan Agustus 2026

0
1
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Rabu (8/7/2026).

Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Rabu (8/7/2026). Hingga awal Juli, pembangunan fisik sekolah telah mencapai 96,91 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala biaya maupun keterbatasan ekonomi.

“Ini program yang sangat berharga. Presiden Prabowo Subianto tidak ingin ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan akses maupun biaya,” kata Helmi.

Ia menjelaskan, Provinsi Bengkulu mendapat kepercayaan membangun dua Sekolah Rakyat, masing-masing di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu dan Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur. Selain itu, Bengkulu juga memperoleh pembangunan Sekolah Garuda yang berlokasi di Kabupaten Rejang Lebong.

Untuk pembangunan dua Sekolah Rakyat tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar. Sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak Bengkulu, khususnya mereka yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.

Baca Juga:  BINUS University Satukan Tiga Program Sastra Terbaik dalam CultureVerse 2025: Bahasa, Seni, dan Budaya Pop

Helmi juga menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah terkait agar aktif mendata anak-anak yang belum bersekolah. Ia meminta seluruh instansi memanfaatkan data kependudukan untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal dari layanan pendidikan.

“Manfaatkan data Dukcapil untuk melakukan pelacakan. Jangan sampai masih ada anak di Bengkulu yang tidak sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan setiap Sekolah Rakyat akan menerima 270 siswa baru setiap tahun yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA sesuai ketentuan Kementerian Sosial.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA. Proses pembelajaran akan didukung oleh 14 guru dan 41 tenaga kependidikan.

Ke depan, satu kompleks Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung hingga 1.080 siswa dalam 36 rombongan belajar, yang terdiri dari 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA. Kapasitas tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Provinsi Bengkulu.

Baca Juga:  SPMB SMP Negeri Kota Bengkulu 2026 Dibuka 25 Juni, Ini Jadwal dan Syaratnya

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas PUPR, serta jajaran perangkat daerah terkait.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]