Senin, Juni 8, 2026
Beranda Kota Bengkulu DLH Kota Bengkulu Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah, Dorong Bank Sampah...

DLH Kota Bengkulu Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah, Dorong Bank Sampah dan Budidaya Maggot

0
10
DLH Kota Bengkulu juga mengembangkan berbagai inovasi dalam pengendalian volume sampah, khususnya sampah organik.

Bengkulu – Pengelolaan sampah di Kota Bengkulu membutuhkan kolaborasi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin, saat menjadi narasumber dalam Webinar Nasional memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Atrium Bencoolen Mall, Jumat (5/6/2026).

Dalam pemaparannya, Anshar menekankan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah paling mendasar yang dapat dilakukan adalah memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Salah satu solusi nyata yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah dari sumber atau dari rumah. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anshar Amin.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Baca Juga:  Pemkot Bengkulu Kick Off Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Karena itu, DLH Kota Bengkulu terus mendorong optimalisasi peran bank sampah di lingkungan masyarakat. Melalui program tersebut, warga dapat menabung sampah yang telah dipilah untuk kemudian ditukar menjadi nilai ekonomi.

“Kami mengajak seluruh warga Kota Bengkulu untuk mulai memilah sampah dari rumah dan aktif menabung sampah di bank sampah yang ada di lingkungan masing-masing. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan,” tambahnya.

Selain penguatan program bank sampah, DLH Kota Bengkulu juga mengembangkan berbagai inovasi dalam pengendalian volume sampah, khususnya sampah organik. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah pemanfaatan sampah organik, termasuk sisa pangan atau sampah sejenis SPPG, melalui budidaya maggot.

Budidaya maggot menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dinilai mampu mengurai sampah organik secara cepat dan efisien. Metode biokonversi ini tidak hanya membantu mengurangi volume limbah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan produk bernilai guna tinggi.

Baca Juga:  TPS Liar Jembatan Kecil Mulai Ditertibkan, DLH Pastikan Pemulihan Lahan Berjalan

Hasil budidaya maggot tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk budidaya ikan lele maupun sektor perikanan lainnya, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap penerapan ekosistem sirkular melalui pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan bank sampah, dan pemanfaatan maggot dapat terus diperluas di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, timbunan sampah yang berakhir di TPA diharapkan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mewujudkan Kota Bengkulu yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]