Rabu, Juni 24, 2026
Beranda Berita Booth DJPb di Festival Tabut Catat Omzet UMKM Rp3 Juta per Hari

Booth DJPb di Festival Tabut Catat Omzet UMKM Rp3 Juta per Hari

0
5

Bengkulu – Partisipasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Festival Tabut 2026 membuahkan hasil positif. Sejak dibuka pada 16 Juni lalu, booth DJPb mampu mencatatkan rata-rata omzet penjualan lebih dari Rp3 juta per hari.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, M. Irfan Surya Wardhana, mengatakan keikutsertaan DJPb dalam Festival Tabut tidak hanya bertujuan mempromosikan produk lokal, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Festival Tabut menjadi momentum yang baik untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Bengkulu kepada masyarakat. Kami melihat antusiasme pengunjung cukup tinggi dan hal itu berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan UMKM yang berpartisipasi,” ujar Irfan saat mengunjungi booth UMKM DJPb di kawasan Festival Tabut.

Menurut Irfan, hingga saat ini terdapat 23 UMKM yang terlibat dalam booth DJPb, terdiri dari dua UMKM binaan dan 21 UMKM mitra. Untuk memberikan kesempatan yang merata, DJPb menerapkan sistem rotasi bagi pelaku usaha yang menempati booth pameran.

Baca Juga:  Kapolda Bengkulu Naik Pangkat Bintang 2

“Kami ingin sebanyak mungkin UMKM dapat merasakan manfaat dari kegiatan ini. Karena itu, kami menerapkan sistem giliran sehingga lebih banyak pelaku usaha bisa mempromosikan produknya kepada masyarakat,” katanya.

Beragam produk lokal dipamerkan dalam booth tersebut, mulai dari makanan dan minuman khas Bengkulu seperti sirup kalamansi, jahe bubuk, kue tat, kacang tojin, hingga kopi khas Bengkulu. Selain itu, tersedia pula berbagai produk kerajinan seperti batik besurek, kerajinan rajut, manik akrilik, kerajinan kawat bulu, dan tas hasil daur ulang limbah.

Irfan menambahkan, keberadaan booth DJPb juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai peran dan fungsi Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam pengelolaan keuangan negara. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berbelanja produk UMKM, tetapi juga memperoleh informasi terkait tugas DJPb.

Ia berharap masyarakat terus memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan Festival Tabut 2026 untuk berkunjung dan membeli produk-produk lokal yang dipamerkan.

“Semakin banyak masyarakat yang berbelanja produk UMKM, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal. Ini yang ingin terus kami dorong melalui partisipasi di Festival Tabut,” tutupnya.

Baca Juga:  Pemprov Bengkulu Tanggung Biaya Pemulangan Korban TPPO di Kamboja

[wpforms id="149" title="true" description="true"]