Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyatakan komitmen penuhnya dalam menyukseskan program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program strategis yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan yang terintegrasi.
Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, pihak pemerintah daerah telah mencadangkan lahan seluas kurang lebih 4 hektare di Kelurahan Teluk Sepang untuk disulap menjadi kawasan nelayan terpadu.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Will Hopi, menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan tersebut nantinya akan menjadi pusat integrasi berbagai fasilitas modern guna menunjang produktivitas para nelayan lokal.
“Kami di Pemerintah Kota Bengkulu sangat siap menyokong penuh program Kampung Nelayan Merah Putih ini. Lahan sekitar empat hektare di Kelurahan Teluk Sepang sudah kami siapkan sebagai lokasi pembangunannya,” ungkap Will Hopi.
Lebih lanjut, Will memaparkan bahwa kawasan KNMP dirancang bukan sekadar sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi pesisir yang mandiri. Melalui integrasi ini, mata rantai aktivitas perikanan—mulai dari persiapan melaut hingga proses penyimpanan hasil tangkapan sebelum dipasarkan kepada konsumen—diharapkan bisa berjalan jauh lebih efisien.
Untuk mendukung operasional harian masyarakat nelayan dari hulu ke hilir, kawasan terpadu ini direncanakan bakal dilengkapi dengan berbagai sarana krusial. Beberapa fasilitas utama yang akan dibangun meliputi tempat servis perlengkapan nelayan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), serta toko khusus yang menyediakan kebutuhan logistik melaut. Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan gudang penyimpanan hasil tangkapan (food storage) serta pabrik es komersial yang berfungsi menjaga kualitas dan kesegaran ikan tangkapan agar tetap bernilai jual tinggi.
Melalui kehadiran fasilitas yang komprehensif tersebut, Pemkot Bengkulu optimistis hambatan operasional yang kerap dihadapi nelayan dapat terpangkas secara signifikan, sehingga kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor perikanan otomatis ikut terdongkrak.







