Kamis, Juli 30, 2026
Beranda Berita Akademisi Bengkulu Perkuat Dukungan Terhadap Ibu Hamil Remaja Melalui Pendampingan Emosional

Akademisi Bengkulu Perkuat Dukungan Terhadap Ibu Hamil Remaja Melalui Pendampingan Emosional

0
14

Bengkulu – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) STIKes Sapta Bakti Bengkulu memperkuat dukungan terhadap Ibu Hamil Remaja melalui penyelenggaraan kegiatan berskema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kegiatan ini mengusung tema “Respectful Maternity Care Friendly Health Center: Program Edukasi, Pendampingan Emosional, dan Penerimaan bagi Ibu Hamil Remaja” sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang ramah, inklusif, dan bebas stigma bagi ibu hamil remaja.

Ketua Tim Pengabdian, Juanda Syafitasari, menjelaskan bahwa ibu hamil remaja masih menghadapi berbagai tantangan, tidak hanya dari aspek kesehatan tetapi juga stigma sosial yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan akses terhadap pelayanan kesehatan.

“Melalui program ini kami ingin membangun lingkungan yang lebih ramah dan suportif bagi ibu hamil remaja. Kader kesehatan diharapkan mampu menjadi pendamping yang memberikan edukasi, dukungan emosional, serta membantu menghubungkan ibu hamil remaja dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ground Breaking Belungguk Point, Wali Kota Bengkulu Siapkan Ikon Baru Ruang Publik

Kegiatan diikuti juga oleh kader kesehatan, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan unsur pelayanan kesehatan setempat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai konsep Respectful Maternity Care (RMC), komunikasi empatik, kesehatan mental ibu hamil remaja, serta teknik pendampingan emosional berbasis komunitas.

Selain itu, tim pengabdian juga menyerahkan Modul Pendampingan Ibu Hamil Remaja Berbasis Respectful Maternity Care yang dikembangkan sebagai panduan bagi kader kesehatan dalam melakukan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pakar Komunikasi, Lisa Adhrianti menekankan bahwa komunikasi yang penuh rasa empatik sangat penting mdalam pelayanan kesehatan.

“Komunikasi yang menghargai, mendengarkan, dan tidak menghakimi merupakan langkah awal untuk mengurangi stigma yang masih dialami oleh ibu hamil remaja. Ketika mereka merasa diterima, maka kepercayaan terhadap layanan kesehatan akan meningkat dan mereka lebih terbuka untuk mencari bantuan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Anggota Tim pengabdian, Poppy Siska Putri, menambahkan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Melalui pelatihan dan modul yang diberikan, kader diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada kondisi fisik kehamilan tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis ibu hamil remaja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Berantas Mafia Tanah, Tim GTRA Provinsi Bengkulu Perkuat Akselerasi, Kolaborasi, dan Sinkronisasi Lintas Sektor

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan mendukung kesehatan ibu dan anak.

***

Penulis : Chairil Ansyorie

[wpforms id="149" title="true" description="true"]