Minggu, Juli 5, 2026
Beranda Berita Musda PARI Bengkulu Bahas Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kompetensi Radiografer

Musda PARI Bengkulu Bahas Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kompetensi Radiografer

0
12

BENGKULU – Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Provinsi Bengkulu menggelar Musyawarah Daerah (Musda) periode 2026–2030 di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi agenda lima tahunan untuk memilih kepengurusan baru sekaligus merumuskan program kerja organisasi dalam menghadapi perkembangan teknologi radiologi dan transformasi layanan kesehatan.

Rangkaian Musda diawali dengan workshop yang diikuti radiografer dari berbagai fasilitas kesehatan di Bengkulu, kemudian dilanjutkan sidang pleno dan pemilihan Ketua Pengurus Daerah PARI Bengkulu periode 2026–2030. Ketua Panitia, Suryadi, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak April 2026 dan diikuti 151 peserta yang telah memenuhi syarat kuorum. Ia juga memastikan seluruh penggunaan anggaran kegiatan dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Pengda PARI Bengkulu periode 2022–2026, Ucu Arunsang, mengapresiasi dukungan seluruh anggota selama masa kepengurusannya. Menurutnya, organisasi profesi radiografer kini menghadapi tantangan baru seiring perubahan regulasi dan pesatnya perkembangan teknologi kesehatan. Karena itu, kepengurusan yang baru diharapkan mampu menghadirkan program yang adaptif sekaligus terus meningkatkan kompetensi anggota.

Baca Juga:  Polda Bengkulu Patroli dan Edukasi Pengunjung Pantai Panjang

“Radiografer merupakan garda terdepan dalam pelayanan diagnostik dan radiologi intervensi. Karena itu profesionalisme dan peningkatan kompetensi harus terus menjadi prioritas seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujar Ucu.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan perlindungan, keselamatan kerja, dan kesejahteraan radiografer. Selain itu, sinergi dengan pemerintah, rumah sakit, dan organisasi profesi kesehatan lainnya perlu terus diperkuat agar organisasi semakin berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PARI, Sugiyanto, mengatakan transformasi sistem layanan kesehatan nasional akan membuat peran radiografer semakin strategis. Penerapan klasifikasi rumah sakit berdasarkan tingkat layanan akan meningkatkan kebutuhan tenaga radiografer yang memiliki kompetensi khusus, mulai dari pengoperasian CT Scan, MRI hingga radiologi intervensi.

Menurutnya, radiografer harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu mendukung pengembangan layanan prioritas seperti penanganan stroke, penyakit jantung, kanker, dan berbagai layanan spesialistik lainnya. Melalui Musda ini, ia berharap lahir kepengurusan baru yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia radiografer, serta berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu.

Baca Juga:  Bengkulu Tekan Angka Stunting, Wagub Mian Dorong Sinergi Lintas Sektor

[wpforms id="149" title="true" description="true"]