back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaRejang LebongPemkab Rejang Lebong Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025

Pemkab Rejang Lebong Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025

Rejang Lebong – Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP, M.Si, menghadiri Apel Gelar Personel dan Peralatan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Apel Satya Haprabu Polres Rejang Lebong, Selasa (4/11) pagi.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, S.IK, M.H, dan diikuti unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah terkait, serta personel dari berbagai unsur penanggulangan bencana. Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Rejang Lebong Pera Hariyani, S.E, Dandim 0409 Rejang Lebong Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, Kajari Kiki Yonata, S.H, M.H, perwakilan Pengadilan Negeri Curup Sandro Cristian Simanjuntak, S.H, Danyon Brimob Kompol Thomson Sirait, Kepala BPBD M. Budianto, M.T, Kadis Damkar Andi Ferdian, S.E, M.M, Kadishub R. Suryadi, S.Sos, Kasat Pol PP Anton Sefrizal, S.STP, M.Si, Plt. Kadis Dinkes drg. Asep Setia Budiman, serta perwakilan organisasi masyarakat seperti Senkom Mitra Polri dan Kwarcab 0702 Pramuka Rejang Lebong.

Baca Juga:  Pemkab Rejang Lebong Evaluasi Perda Pajak dan Retribusi, Aset Daerah Jadi Sorotan

Dalam amanatnya, Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir menyampaikan bahwa apel ini merupakan kegiatan serentak dari tingkat Mabes Polri hingga Polres jajaran, sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah hukum Polda Bengkulu. Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi antarinstansi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara kolaboratif, terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan sehingga mampu meminimalkan dampak bagi masyarakat.

Kapolres menegaskan pentingnya kesiapan tim tanggap bencana, tim rehabilitasi, serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah penting dalam memperkuat mitigasi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana.

Ia mengingatkan bahwa Provinsi Bengkulu termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan bencana tertinggi di Indonesia karena berada di jalur Cincin Api Pasifik dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sejarah mencatat Bengkulu beberapa kali mengalami gempa besar dan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, abrasi pantai, dan badai tropis. Berdasarkan data BPBD Provinsi Bengkulu, tercatat 92 kejadian bencana pada tahun 2023, 48 kejadian pada 2024, dan 32 kejadian hingga tahun 2025.

Baca Juga:  Siswa SDN 10 Rejang Lebong Raih Emas FLS2N Nasional

Menurut Kapolres, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi membutuhkan sinergi lintas instansi serta koordinasi terpadu antara pemerintah, TNI-Polri, lembaga masyarakat, dan warga. Ia menilai perlu peningkatan koordinasi, penguatan sumber daya, sistem informasi terintegrasi, serta partisipasi aktif masyarakat agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat dan tepat.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan peralatan penanggulangan bencana oleh Forkopimda dan tamu undangan, mencakup kendaraan operasional, alat komunikasi, logistik, dan perlengkapan evakuasi.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan kesiapan dan kepedulian terhadap upaya mitigasi bencana. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergitas lintas sektor dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat dari potensi bencana alam.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]