Bengkulu – UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award 2025 kategori Peringkat Utama. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen kampus dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi yang responsif gender, inklusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Penghargaan diserahkan pada rangkaian Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang berlangsung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan, berbagi praktik baik, dan merumuskan arah kebijakan perguruan tinggi yang berkeadilan gender dan inklusif.
Pada kegiatan itu, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu diwakili Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rini Fitria, bersama Koordinator PSGA, Ahmad Syarifi. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat implementasi kebijakan yang responsif gender.
Konsolidasi nasional digelar di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan tinggi. Meski pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi, penguatan kelembagaan, kolaborasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika masih diperlukan agar implementasi di perguruan tinggi berjalan optimal.
Selama lebih dari satu dekade, PSGA di lingkungan PTKI berperan aktif mendorong keadilan gender, perlindungan perempuan dan anak, pengembangan kajian akademik responsif gender, serta pembentukan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Berbagai praktik baik tersebut menjadi dasar penilaian dalam PTRG Award bagi perguruan tinggi yang berhasil mengembangkan tata kelola kampus yang inklusif dan responsif gender.
Koordinator PSGA UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Ahmad Syarifi, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi sekaligus amanah untuk terus memperkuat budaya akademik yang aman, setara, dan inklusif. Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi pijakan dalam menyusun peta jalan pengembangan kampus yang semakin responsif gender di masa mendatang.
“Konsolidasi kerja-kerja PSGA melalui PTRG Award merupakan bentuk refleksi atas komitmen kampus membangun ekosistem lembaga yang inklusif dan responsif gender. Capaian ini perlu direfleksikan bersama sebagai data pembuka sekaligus menjadi peta jalan dalam membangun budaya kampus yang semakin inklusif pada masa mendatang,” ujar Ahmad Syarifi.
Sementara itu, Kepala LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, M.Si., menegaskan keberhasilan tersebut harus diikuti dengan penguatan kelembagaan PSGA sebagai mitra strategis perguruan tinggi. Ia mengatakan integrasi perspektif gender dan inklusi sosial perlu terus diperkuat pada seluruh aspek penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tata kelola, perencanaan, penganggaran, hingga budaya kampus yang nir kekerasan.
Selama konsolidasi nasional, peserta mengikuti berbagai agenda strategis, di antaranya Musyawarah Nasional PSGA ke-4, Refleksi dan Berbagi Praktik Baik PTRG ke-3, perumusan Deklarasi dan Rekomendasi Nasional, Konferensi Internasional ke-4, serta Napak Tilas Ulama Perempuan di Cirebon. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PSGA PTKI se-Indonesia, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, mitra pembangunan, serta sejumlah tokoh nasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Komnas Perempuan, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Keberhasilan meraih PTRG Award 2025 kategori Peringkat Utama semakin mempertegas komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang berkeadilan gender, inklusif, dan ramah bagi kelompok rentan. Prestasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat budaya kampus yang aman, bermartabat, serta menjadi rujukan pengembangan perguruan tinggi Islam responsif gender di Indonesia.







