Sabtu, Juli 4, 2026
Beranda Berita MBG 3B di Bengkulu Jangkau 40.913 Penerima

MBG 3B di Bengkulu Jangkau 40.913 Penerima

0
3
Program MBG ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti petugas kesehatan, kader posyandu, tim pendamping keluarga, dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Bengkulu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, terus diperluas di Provinsi Bengkulu. Hingga akhir Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 40.913 penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.

Pelaksanaan MBG 3B dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta berbagai mitra pembangunan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan pangan bergizi diterima oleh kelompok sasaran secara tepat dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid melalui Ketua Tim Kerja IV Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M., mengatakan MBG 3B merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Program tersebut juga menjadi langkah nyata untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.

Edi Sofyan menjelaskan, hingga akhir Juni 2026 sebanyak 40.913 paket makan bergizi telah disalurkan kepada kelompok sasaran. Rinciannya terdiri atas 3.426 ibu hamil, 8.217 ibu menyusui, dan 29.270 balita non-PAUD di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.

Baca Juga:  Penyaluran MBG-3B di Bengkulu Kembali Berjalan

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Oleh karena itu, pelaksanaan MBG 3B juga dibarengi dengan edukasi mengenai pola asuh, konsumsi makanan bergizi, sanitasi, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang dilakukan oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga.

Selain menjalankan MBG 3B, BKKBN Provinsi Bengkulu juga memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memberikan intervensi kepada keluarga berisiko stunting.

Edi mencontohkan, pada Juni 2026 Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggandeng PT Pelindo II Cabang Bengkulu sebagai orang tua asuh cegah stunting untuk membantu keluarga berisiko stunting di Pulau Enggano. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan intervensi sekaligus meningkatkan kepedulian berbagai pihak terhadap penanganan stunting.

Sepanjang Juni 2026, Program Genting telah menjangkau 3.484 keluarga berisiko stunting yang tersebar di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 keluarga menerima intervensi nutrisi, sedangkan 3.298 keluarga mendapatkan edukasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi keluarga.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Dicopot

[wpforms id="149" title="true" description="true"]