Kamis, Juni 4, 2026
Beranda Seluma Roy Kiosaki: Era Digital, Storytelling dan Branding Jadi Kunci Majukan Potensi Desa...

Roy Kiosaki: Era Digital, Storytelling dan Branding Jadi Kunci Majukan Potensi Desa di Seluma

0
11

Seluma – Konten Kreator Roy Kiosaki, menekankan pentingnya storytelling dan branding dalam membangun identitas desa di era digital. Menurutnya, banyak desa memiliki potensi besar, namun belum mampu memperkenalkan keunggulannya secara efektif kepada masyarakat luas.

Hal itu Ia sampaikan dalam Seminar Daerah bertema “Pemuda Berdaya di Era Digital: Membuka Peluang Ekonomi Kreatif Daerah” yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah “Sinergi Peningkatan Indeks Inovasi Daerah untuk Seluma yang Berinovatif” di Gedung Daerah Pemkab Seluma, Rabu 3 Juli 2026.

Seminar dihadiri Bupati Seluma Teddy Rahman, S.E., M.M., yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kabupaten Seluma, Cahyo D. Nenda, S.T., M.Si., Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Seluma, Drs. H. Erwan, M.Si., serta Kepala Bidang Penelitian Balitbang Seluma, Alvin Azhari, M.H.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat lebih mudah mengingat sebuah cerita dibandingkan sekadar data atau fakta. Karena itu, promosi desa tidak cukup hanya menampilkan objek wisata, produk unggulan, atau keindahan alam, tetapi juga harus menghadirkan kisah, sejarah, dan pengalaman yang mampu membangun keterikatan emosional dengan audiens.

Baca Juga:  Bupati Seluma Lepas 170 Calon Jemaah Haji

Dalam paparannya, Roy Kiosaki menyebut storytelling sebagai seni menyampaikan pesan melalui cerita yang mampu membangun emosi, kepercayaan, dan kedekatan dengan masyarakat. Sementara branding desa merupakan proses membangun citra dan identitas yang membedakan suatu desa dari desa lainnya, sehingga mudah dikenali dan diingat publik.

Menurutnya, setiap desa memiliki cerita yang dapat diangkat sebagai kekuatan branding. Cerita tersebut bisa berasal dari sejarah desa, budaya dan tradisi, keindahan alam, produk unggulan, hingga kisah tokoh-tokoh inspiratif yang ada di tengah masyarakat.

Roy juga memaparkan formula sederhana dalam membangun storytelling desa, yakni mengangkat persoalan yang dihadapi masyarakat, proses penyelesaiannya, hingga hasil yang diperoleh. Melalui pendekatan tersebut, sebuah cerita menjadi lebih menarik dan mampu menunjukkan dampak nyata dari pembangunan yang dilakukan masyarakat desa.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menentukan keunggulan utama dan positioning desa sebelum membangun branding. Desa perlu memilih satu identitas yang paling kuat dan khas, kemudian memperkuatnya dengan slogan yang singkat, mudah diingat, serta mencerminkan karakter desa tersebut.

Baca Juga:  Gelaran Budaya Nusantara Dorong Pengembangan Wisata Desa Kungkai Baru

Dalam penyebaran cerita, media sosial dinilai memiliki peran yang sangat strategis. Melalui konten digital, cerita keseharian warga, proses pembuatan produk lokal, tradisi budaya, hingga potensi wisata dapat dikenal lebih luas. Bahkan, satu video kreatif dapat memperkenalkan desa kepada jutaan orang dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Roy Kiosaki menegaskan bahwa desa yang mampu menceritakan potensinya dengan baik akan lebih mudah dikenal, dipercaya, dan berkembang. Ia berharap generasi muda dapat menjadi duta digital yang aktif mempromosikan potensi daerah sehingga desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga sumber kebanggaan dan kesejahteraan masyarakat.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]