Bengkulu – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melepasliarkan tukik atau anak penyu dan elang bondol dalam rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Baai dan Pantai Panjang. Pemkot Bengkulu turut berpartisipasi melalui Asisten III Tony Elfian yang mewakili Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.
Selain pelepasliaran satwa, rangkaian kegiatan juga diisi pembagian bibit tanaman gratis dan kampanye perlindungan satwa liar kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan satwa dilindungi.
Tony mengatakan kegiatan konservasi tidak cukup dilakukan melalui kampanye, tetapi perlu diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Menurutnya, pelestarian alam juga dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Kita bersama-sama ikut melaksanakan aksi nyata pelestarian alam dan olahraga bersama. Hari ini puncak acara utamanya berupa Konservasi Fun Trail Run dan pelepasliaran satwa di TWA Pantai Panjang dan Pulau Baai,” ujar Tony.
Rangkaian Road to HKAN 2026 sebelumnya juga diisi kegiatan senam sehat pada awal Agustus. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
BKSDA Bengkulu juga telah melaksanakan patroli pengamanan dan pemantauan satwa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan konservasi. Patroli dilakukan untuk memastikan keberadaan dan kondisi satwa di kawasan konservasi tetap terpantau.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BKSDA Bengkulu mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga habitat, melindungi satwa liar, serta mempertahankan kelestarian kawasan konservasi di Bengkulu.







