Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari program InJourney Airport Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya) Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya bandara memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.
Penampilan musik Dol berlangsung semarak dan mendapat antusiasme dari pengguna jasa bandara. Irama musik yang enerjik menghadirkan nuansa budaya Bengkulu di tengah aktivitas pelayanan dan operasional penerbangan.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, mengatakan kehadiran Sanggar Seni Lawang Budaya diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional Bengkulu. Menurutnya, kegiatan tersebut juga penting untuk mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelaku seni lokal sekaligus memperkenalkan budaya Bengkulu kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara,” ujar Trisna.
Ia menambahkan, keberadaan program Pojok Budaya diharapkan membuat bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara. Bandara juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan, mengapresiasi, dan melestarikan seni serta budaya daerah.
Kolaborasi dengan komunitas dan pelaku seni lokal juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna jasa. Selain memperkuat identitas budaya Bengkulu, kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang bagi berkembangnya potensi seni dan kreativitas masyarakat.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal. Kesenian Dol diharapkan tetap hidup dan dikenal luas sebagai salah satu identitas budaya Bengkulu.







