Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Destita Khairilisani HGN 2026, Senator Destita Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal

HGN 2026, Senator Destita Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal

0
29

Bengkulu – Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang jatuh pada 25 Januari 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Anggota Komite III DPD RI asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menegaskan gizi yang baik tidak selalu identik dengan makanan mahal.

“Gizi seimbang bukan tentang seberapa mahal yang dikonsumsi, melainkan tentang nutrisi yang kita konsumsi harus seimbang,” ujar Destita, Minggu (25/1).

Hari Gizi tahun ini mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, Destita menyampaikan Indonesia, termasuk Bengkulu, memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah dan bernilai gizi tinggi. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesehatan masyarakat.

“Bengkulu memiliki kekayaan potensi sumberdaya nutri yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi sehari-hari. Kita punya sayur, buah, ikan, dan hasil pertanian lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga jika dikonsumsi secara seimbang,” jelasnya.

Apoteker lulusan Universitas Indonesia itu juga mengajak masyarakat mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak melalui makan bergizi gratis termasuk untuk ibu hamil, menyusui dan balita non Paud. Pemenuhan gizi ini dinilai dapat memenuhi kebutuhan anak dan mendukung tumbuh kembang pada periode emas.

Selain itu, Ia juga mendorong masyarakat untuk menyukseskan gerakan “Sehat Dimulai dari Piringku” sebagai langkah nyata mencegah masalah gizi, termasuk stunting.

“Sebagai representasi daerah, saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mencintai dan mengonsumsi pangan lokal demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih kuat dan bebas stunting,” tegasnya.

Apoteker Destita berharap peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Sehat bangsanya, kuat daerahnya. Inshaallah dengan gizi seimbang, generasi kita jadi generasi yang unggul untuk Indonesia emas 2045,” pungkas Destita.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]