back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaBengkuluMukomukoBPOM Bengkulu Intensifkan Pengawasan Pangan Olahan di Mukomuko

BPOM Bengkulu Intensifkan Pengawasan Pangan Olahan di Mukomuko

Mukomuko – Menjelang Hari Raya, lonjakan permintaan terhadap produk pangan olahan di Kabupaten Mukomuko meningkat pesat. Untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu mengintensifkan pengawasan di berbagai minimarket dan pusat perbelanjaan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Yunika Sary, S.Farm., M.Si., Apt, dengan fokus utama memastikan bahwa produk yang beredar aman dikonsumsi dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

Dalam pengawasan ini, petugas BPOM melakukan pemeriksaan ketat terhadap berbagai aspek produk, mulai dari kemasan, label, masa kedaluwarsa, hingga kandungan bahan pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Kami berkomitmen untuk melindungi konsumen, terutama di saat tingginya aktivitas belanja menjelang perayaan. Masyarakat sering kali lebih fokus pada kebutuhan belanja tanpa mengecek keamanan produk yang mereka beli,” ujar Yunika Sary.

Selain pengawasan langsung, BPOM Bengkulu juga memberikan edukasi kepada para pelaku usaha terkait pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pedagang dalam menyediakan pangan yang aman bagi konsumen.

Baca Juga:  Target Tiga Tahun ke Depan, Seluruh Desa di Kabupaten Terima Ambulans

BPOM menegaskan bahwa pengawasan ini akan terus dilakukan secara intensif hingga Hari Raya. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil untuk memastikan tidak ada produk yang membahayakan kesehatan masyarakat. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk obat dan makanan guna memastikan keamanan konsumsi.

“Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati Hari Raya dengan tenang dan aman, tanpa kekhawatiran terhadap risiko kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak layak,” demikian Yunika. (Redaksi)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]