Bengkulu Selatan – Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M melaksanakan kegiatan reses ke-2 pada Sabtu, 20 Juli 2025, bertempat di kediaman warga bernama Fitri, Desa Ibul, Kecamatan Kota Manna. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi DPD RI berdasarkan surat pimpinan nomor B/RP.00.01/1947/DPDRI/VII/2025, dalam rangka menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB tersebut, masyarakat Desa Ibul menyampaikan berbagai keluhan yang berkaitan langsung dengan isu pendidikan dan kesejahteraan sosial. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tahun 2025 yang dinilai tidak adil, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu di wilayah pinggiran Kota Manna.
Warga juga mengungkapkan kekecewaan atas terbatasnya sekolah negeri unggulan di kawasan perkotaan, yang menyebabkan persaingan masuk sekolah menjadi tidak seimbang. Mereka mengusulkan agar sistem PPDB tidak semata berbasis jarak geografis, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi dan prestasi siswa.
Selain itu, persoalan akurasi data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) kembali mencuat. Banyak warga mengaku layak menerima bantuan sosial dan akses JKN gratis, namun tidak terdaftar dalam sistem. Kurangnya sosialisasi pemerintah mengenai mekanisme koreksi atau pembaruan data menjadi penyebab utama kebingungan masyarakat, yang berujung pada kecemburuan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Destita menyampaikan sejumlah langkah tindak lanjut dan rekomendasi strategis. Di antaranya adalah pengusulan redistribusi siswa atau penguatan sekolah non-favorit, dorongan terhadap kebijakan afirmatif bagi siswa miskin dan berprestasi, serta advokasi ke Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan untuk melakukan audit data DTSEN di wilayah Bengkulu Selatan, khususnya di Desa Ibul.
Ia juga mendorong pembentukan forum warga di tingkat desa untuk membantu proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat, serta menyusun rekomendasi penguatan tata kelola DTSEN yang lebih akurat dan partisipatif.
Kegiatan reses ini juga menjadi ajang silaturahmi antara senator yang dikenal aktif menyuarakan isu-isu pendidikan dan sosial tersebut dengan masyarakat setempat. Acara ditutup dengan foto bersama, pembagian suvenir, dan jamuan makan bagi seluruh peserta yang hadir.


