Sabtu, September 5, 2026
Beranda Berita KPMD Bengkulu 2026 Diikuti 1.500 Peserta, Tekankan Nilai Spiritual dan Kepedulian Lingkungan

KPMD Bengkulu 2026 Diikuti 1.500 Peserta, Tekankan Nilai Spiritual dan Kepedulian Lingkungan

0
5
Kemah Pramuka Madrasah Daerah (KPMD) Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi dimulai Jumat (4/9/2026).

Bengkulu – Kemah Pramuka Madrasah Daerah (KPMD) Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi dimulai Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang dibuka Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., tersebut diikuti 1.500 peserta dari 75 pangkalan madrasah se-Provinsi Bengkulu.

Pembukaan KPMD turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu Drs. Khairil Anwar, M.Si., yang mewakili Gubernur Bengkulu. Hadir pula Ketua Kwartir Daerah Provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, jajaran Kanwil Kemenag, kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, pembina, serta peserta kemah.

Di hadapan peserta, Amien Suyitno menekankan bahwa kegiatan Pramuka di madrasah harus tetap berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan keagamaan. Menurutnya, kepramukaan dapat menjadi sarana membentuk peserta didik secara utuh, baik dari sisi keterampilan, sikap maupun kebiasaan.

Ia menyebut ketakwaan kepada Allah SWT sebagai fondasi utama dalam pembinaan Pramuka madrasah. Nilai tersebut sejalan dengan Dasa Dharma Pramuka yang menempatkan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai poin pertama.

Baca Juga:  Polwan Tapteng Lupakan Selamatkan Harta Demi Evakuasi Tetangga dari Longsor

“Kalau kita baca Dasa Dharma Pramuka, pasti nomor satu menyangkut takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai spiritual harus menjadi basis kepramukaan,” tegas Suyitno.

Karena itu, Suyitno meminta para pembina memastikan peserta tetap menjalankan ibadah selama mengikuti perkemahan. Ia secara khusus menekankan salat berjemaah agar kegiatan Pramuka juga menjadi sarana melatih kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban agama.

“Saya minta betul nanti Pak Kanwil dan kakak-kakak pembina dicek, terutama salat berjemaahnya. Karena ini tempat latihan, tempat mendidik spiritual anak-anak,” ujarnya.

Selain aspek spiritual, Suyitno mendorong peserta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia. Ia mengaitkan nilai cinta alam dan kasih sayang sesama manusia dalam Dasa Dharma Pramuka dengan penguatan ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan tidak berhenti pada pemahaman teori. Peserta didik perlu mengenali berbagai persoalan lingkungan di sekitarnya dan belajar meresponsnya melalui kegiatan yang konkret.

“Kita harus empati, kita harus peduli. Maknanya, pramuka nilai-nilainya semuanya sejalan dengan nilai-nilai religiositas,” tuturnya.

Baca Juga:  PSU Pilkada Bengkulu Selatan Digelar 19 April, Elva Hartati Siap Bertarung Kembali

Suyitno juga menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam pendidikan madrasah. Menurutnya, pembinaan peserta didik harus memperhatikan keseimbangan hubungan dengan Tuhan, alam, dan sesama manusia.

“Program madrasah kita sekarang juga semuanya berbasis tiga hal tadi: membangun spiritualitas, membangun ekologis, dan yang tidak kalah penting juga membangun humanistik, kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menilai keterpaduan spiritualitas, kepedulian ekologis, dan nilai kemanusiaan membuat kegiatan Pramuka memiliki relevansi kuat dengan pendidikan madrasah. Perkemahan menjadi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan nilai tersebut melalui kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab.

KPMD Bengkulu 2026 berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 1.500 peserta dari 75 pangkalan madrasah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, termasuk agenda yang mengangkat kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari penerapan ekoteologi.

Pada Sabtu (5/9/2026), peserta dijadwalkan melakukan pelepasliaran burung dan penebaran benih ikan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lingkungan secara langsung melalui aktivitas kepramukaan.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., mengatakan KPMD 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan Pramuka di lingkungan madrasah. Jumlah peserta yang mencapai 1.500 orang dari 75 pangkalan menunjukkan besarnya keterlibatan madrasah dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Komdigi Setujui Normalisasi Akses Reddit di Indonesia

“Hari ini merupakan sejarah dan kebanggaan kami Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu,” ujar Saefudin.

Saefudin menjelaskan, selama empat hari peserta akan mendapatkan pengalaman yang diarahkan untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama. Pembinaan tersebut juga diharapkan memperkuat identitas peserta sebagai bagian dari madrasah dan Kementerian Agama.

Pembukaan KPMD 2026 ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan alat musik Dol oleh Dirjen Pendidikan Islam bersama jajaran Kementerian Agama dan tamu undangan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai agenda kepramukaan dan perlombaan hingga penutupan.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]