Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan pedagang di kawasan Pasar Barukoto I agar tidak menaikkan harga makanan dan minuman secara berlebihan setelah revitalisasi pasar selesai. Menurutnya, harga yang tidak wajar dapat mengurangi minat masyarakat dan wisatawan untuk datang sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Peringatan itu disampaikan Dedy saat meninjau progres pembangunan Pasar Barukoto I bersama Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (10/7/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia menilai pembangunan telah berjalan sesuai rencana, namun tetap meminta kualitas pekerjaan dijaga hingga proyek selesai.
Untuk mencegah perbedaan harga yang mencolok antarpedagang, Dedy menginstruksikan Dinas Pariwisata menyusun standar harga menu di kawasan Barukoto I. Langkah itu diharapkan menciptakan kepastian harga sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Kalau gara-gara satu atau dua orang menjual terlalu mahal, orang jadi malas datang. Pemerintah sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah untuk membangun kawasan ini, jangan sampai dirusak oleh ulah segelintir pedagang,” kata Dedy.
Ia juga meminta pedagang bersabar selama proses pembangunan masih berlangsung. Pemerintah, kata Dedy, menargetkan Barukoto I kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyaman, bersih, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Menurut Dedy, Pasar Barukoto pernah menjadi pusat perdagangan dan salah satu ikon ekonomi Kota Bengkulu pada era 1980-an hingga 1990-an. Melalui revitalisasi ini, pemerintah ingin menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan fasilitas yang lebih representatif, terang, higienis, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dedy optimistis setelah pembangunan rampung, Barukoto I akan kembali ramai dan memberikan manfaat ekonomi bagi para pedagang. Ia berharap seluruh pelaku usaha ikut menjaga citra kawasan dengan memberikan pelayanan yang baik dan menerapkan harga yang wajar.







