Cigading-Panjang – Ratusan penumpang KM Mutiara Persada 3 mengeluhkan keterlambatan berkepanjangan setelah kapal mengalami mati mesin di tengah laut sejak Kamis pagi, 15 Mei 2026. Hingga Jumat sore, kapal rute Pelabuhan Cigading, Banten menuju Pelabuhan Panjang, Lampung itu belum juga sandar dan belum ada kepastian evakuasi.
Berdasarkan keterangan penumpang, kapal semestinya berangkat pada Rabu malam, namun keberangkatan tertunda hingga Kamis dini hari akibat adanya kendaraan yang mengalami gangguan di area ramdor.
Sekitar pukul 08.00 WIB, awak kapal mengumumkan penghentian sementara pelayaran untuk penggantian filter mesin. Setelah perbaikan dilakukan, kapal sempat kembali berjalan sebelum akhirnya kembali mengalami gangguan.
Masalah serius terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kapal kembali berhenti. Awak kapal menyampaikan bahwa metal duduk mesin mengalami kerusakan dan upaya perbaikan oleh mekanik di atas kapal tidak berhasil sehingga mesin dinyatakan mengalami engine breakdown.
“Informasinya akan dikirim mekanik tambahan, tapi sampai malam kami belum dapat kejelasan,” ujar salah seorang penumpang.
Pada Kamis malam, penumpang kembali meminta kepastian terkait penanganan kapal. Namun hingga Jumat pagi belum ada perkembangan, sehingga penumpang mendesak kapten agar kapal segera ditarik ke pelabuhan terdekat.
Penumpang menilai pihak kapal hanya memberikan janji tanpa kepastian sejak Kamis hingga Jumat pagi. Kondisi tersebut diperparah karena banyak sopir mulai mendapat tekanan dari pemilik barang bawaan akibat keterlambatan distribusi.
Situasi ini membuat penumpang menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan. Pada Kamis sore bantuan logistik mulai dikirim, kemudian disusul bantuan logistik tambahan dari pihak operator kapal pada Jumat sore yang didampingi personel TNI AL.
Meski kebutuhan dasar penumpang mulai terpenuhi, mereka menegaskan hal paling mendesak saat ini adalah kapal segera dievakuasi atau disandarkan ke pelabuhan.
“Kami sudah beli tiket. Ini sudah terlalu lama delaynya. Kami harap pihak kapal tidak egois. Bagaimanapun ini tetap menjadi tanggung jawab pihak kapal terhadap kami,” tegas penumpang.
Hingga berita ini diturunkan, KM Mutiara Persada 3 masih dalam kondisi mati mesin di tengah laut rute Cigading-Panjang dan menunggu penanganan lebih lanjut. Penumpang berharap operator kapal dan otoritas terkait segera mengambil tindakan cepat agar seluruh penumpang dapat dievakuasi dan melanjutkan perjalanan dengan aman.







