BENGKULU – Kebangkitan prestasi olahraga akuatik tidak bisa bertumpu pada bakat atlet semata, melainkan harus ditopang oleh ekosistem yang sehat dan profesional. Prinsip inilah yang mendorong Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit/Juri Renang Tingkat Madya 2026 di Hotel Jodipati, 12–15 Mei 2026.
Ketua Federasi Akuatik Indonesia Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, menegaskan bahwa pilar penting kemajuan olahraga ini terletak pada kompetensi para pelatih serta integritas perangkat pertandingan.
“Olahraga renang ini kalau mau bagus, seluruh ekosistemnya harus dibina. Pelatihnya harus bersertifikasi dan wasit/juri wajib memahami regulasi internasional terbaru agar kompetisi berjalan adil,” tegas Erna.
Mengusung jargon “Discipline and dedication lead to success,” Erna meminta seluruh peserta menyerap ilmu secara maksimal dari para instruktur berskala nasional dan internasional yang dihadirkan.
Gayung bersambut, langkah ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum KONI Bengkulu, Teuku Zulkarnain. KONI berkomitmen mengimbangi peningkatan SDM ini dengan menyiapkan regulasi kesejahteraan atlet, termasuk wacana reward emas senilai Rp1 miliar dan peluang karier di Bank Bengkulu, guna memagari atlet potensial agar tidak pindah ke daerah lain.







