Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah untuk mulai menggunakan moda transportasi yang lebih hemat energi, seperti bersepeda, berjalan kaki, atau memanfaatkan angkutan umum saat berangkat kerja.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian kondisi energi global.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan penggunaan kendaraan pribadi oleh ASN selama ini cukup berkontribusi terhadap tingginya konsumsi BBM, khususnya pada jam-jam aktivitas perkantoran.
Karena itu, perubahan pola transportasi dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat penggunaan bahan bakar.
“ASN bisa tidak membawa kendaraan pribadi, bisa berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum,” ujar Herwan.
Menurutnya, imbauan tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar seluruh elemen masyarakat menggunakan energi secara lebih bijak. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya juga mengingatkan pentingnya penghematan energi di berbagai sektor.
Selain menekan konsumsi BBM, penggunaan transportasi ramah lingkungan juga dinilai memiliki manfaat lain, seperti mengurangi emisi kendaraan dan membantu menekan kemacetan di kawasan perkotaan.
Meski demikian, Pemprov Bengkulu menegaskan bahwa imbauan ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk mempertimbangkan jarak tempat tinggal ASN serta ketersediaan sarana transportasi umum.
Sementara itu, kondisi distribusi BBM di Bengkulu hingga saat ini masih relatif stabil. Aktivitas di sejumlah SPBU terpantau normal tanpa antrean panjang, dan harga BBM juga belum mengalami lonjakan signifikan.
Pemprov Bengkulu berharap kesadaran ASN untuk menggunakan transportasi yang lebih hemat energi dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mendukung upaya penghematan BBM di daerah.







