Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi para pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang selama libur Lebaran. Kebijakan ini diambil guna menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mencegah lonjakan harga yang tidak wajar di tengah meningkatnya kunjungan.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengatakan kondisi di lapangan tahun ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai para pedagang mulai mematuhi aturan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Yang pasti kalau kita mau jujur, dibanding tahun lalu ini sedikit lebih baik. Tidak ada yang menjual harga di luar logika,” ujarnya.
Sebagai langkah pengawasan, Pemkot Bengkulu telah memasang informasi tarif parkir resmi di sejumlah titik strategis. Selain itu, aparat gabungan dari pemerintah kota hingga kepolisian juga diterjunkan untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.
“Kami sudah menempelkan tarif parkir, tidak boleh melebihi. Memang tidak bisa kami jamin 100 persen, tapi kami akan terus berusaha,” tambah Dedy.
Ia juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. Jika menemukan pelanggaran, warga diminta mendokumentasikan sebagai bukti untuk ditindaklanjuti.
“Kalau ada, tolong videokan. Misalnya ada yang minta Rp5.000 atau Rp10.000 tidak sesuai, videokan. Kalau ada buktinya, langsung kami tindak,” tegasnya.
Dedy mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menetapkan harga di luar kewajaran, termasuk menjual makanan dan minuman dengan harga tinggi. Hal yang sama berlaku bagi juru parkir ilegal yang mematok tarif sembarangan.
“Jangan ada kopi Rp50 ribu, itu tidak masuk akal. Untuk parkir juga begitu, kalau ada juru parkir ilegal dan tarif tidak wajar, videokan, jangan takut. Kami jamin 1×24 jam langsung kami turun ke lapangan,” katanya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan kunjungan wisatawan ke Bengkulu selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Tingkat hunian hotel di kawasan Pantai Panjang bahkan dilaporkan penuh sejak hari kedua libur.
“Alhamdulillah wisatawan Bengkulu luar biasa. Hari kedua hotel di pantai full,” ungkapnya.
Menurut Dedy, peningkatan jumlah wisatawan tersebut tidak lepas dari upaya penataan kawasan Pantai Panjang yang terus dilakukan pemerintah. Meski demikian, ia mengakui pembangunan fasilitas masih belum sepenuhnya rampung dan akan terus dilanjutkan ke depan.







