Selasa, Maret 17, 2026
Beranda Seluma Di Tangan Bupati Teddy Rahman, Indikator Pembangunan Seluma Tunjukkan Tren Positif

Di Tangan Bupati Teddy Rahman, Indikator Pembangunan Seluma Tunjukkan Tren Positif

0
7
Bupati Seluma Teddy Rahman
Bupati Seluma Teddy Rahman, SE.,MM.

Seluma – Perkembangan pembangunan di Kabupaten Seluma menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Bupati Seluma Teddy Rahman dan Wakil Bupati Gustianto, sejumlah indikator pembangunan dan pelayanan publik mengalami peningkatan.

Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat mendapatkan hak-haknya, termasuk pelayanan kesehatan dan fasilitas publik yang layak.

“Tren positif ini merupakan sebuah kemajuan dari tahun ke tahun. Fungsi kita adalah melayani masyarakat agar mendapatkan hak-hak mereka, baik pelayanan kesehatan maupun fasilitas yang layak. Namun semua itu terus berproses,” kata Teddy Rahman.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Seluma Jimmy Ariaferta menyampaikan sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Salah satunya terlihat dari tingkat kemiskinan yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Seluma turun dari 18,56 persen pada tahun 2020 menjadi 15,98 persen pada tahun 2025. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 68,67 poin pada tahun 2020 menjadi 71,85 poin pada tahun 2025.

Jimmy menambahkan, usia harapan hidup masyarakat Seluma juga menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2022, usia harapan hidup tercatat sebesar 72,49 tahun dan meningkat menjadi 73,19 tahun pada tahun 2025.

Peningkatan juga terjadi pada indikator pendidikan, khususnya rata-rata lama sekolah. Data menunjukkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Seluma meningkat dari 8 tahun pada tahun 2021 menjadi 8,34 tahun pada tahun 2025. Dengan angka tersebut, rata-rata anak yang mulai bersekolah pada usia tujuh tahun dapat menempuh pendidikan hingga sekitar kelas dua SMP.

“Ini merupakan tren positif yang didata oleh BPS, jadi bukan mengada-ada,” ujar Jimmy.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat disiplin kerja serta mendorong digitalisasi sistem pelayanan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Jimmy, perbaikan kinerja internal pemerintah diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih profesional, cepat dan responsif terhadap kebutuhan warga.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]